<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Free Hot Articles</title>
	<atom:link href="http://hotarticle.hadithuna.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hotarticle.hadithuna.com</link>
	<description>Blog Artikel Panas Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Mar 2011 00:11:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>SB Nikah (4789)</title>
		<link>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/20/sb-nikah-4789/</link>
		<comments>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/20/sb-nikah-4789/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 00:11:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotarticle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shahih al-Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelislami.wordpress.com/?p=3319</guid>
		<description><![CDATA[HR.Bukhari &#124;&#124; No : 4789 Telah menceritakan kepada kami Abu Nu&#8217;man Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Nafi&#8217; dari Abdullah ia berkata; Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalain akan dimintai pertanggung-jawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung-jawabannya. Seorang wanita adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || No : 4789</span></h2>
<p><a id="more-3319"></a></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Abu Nu&#8217;man</em> Telah menceritakan kepada kami <em>Hammad   bin Zaid</em> dari <em>Ayyub</em> dari <em>Nafi&#8217;</em> dari <em>Abdullah</em> ia   berkata; Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;<span style="color:#000088">Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalain akan   dimintai pertanggung-jawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas   keluarganya dan ia akan dimintai pertanggung-jawabannya. Seorang wanita adalah   pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai pertanggungjawabannya.   Dan seorang budak juga pemimpin atas atas harta tuannya dan ia juga akan   dimintai pertanggungjawabannya. Sungguh setiap kalain adalah pemimpin dan   setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya.</span>&#8221; </span></p>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ   زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى   اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ فَالْإِمَامُ   رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ   وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَهِيَ مَسْئُولَةٌ وَالْعَبْدُ   رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ   وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>(<a href="http://artikelislami.wordpress.com/2011/03/19/setiap-manusia-adalah-pemelihara/" target="_blank">baca artikel</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/20/sb-nikah-4789/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SB Washiyat (2546)</title>
		<link>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/20/sb-washiyat-2546/</link>
		<comments>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/20/sb-washiyat-2546/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 23:53:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotarticle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shahih al-Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelislami.wordpress.com/?p=3317</guid>
		<description><![CDATA[HR.Bukhari &#124;&#124; No : 2546 Telah bercerita kepada kami Bisyir bin Muhammad As-Sakhtiyaaniy telah mengabarkan kepada kami &#8216;Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhriy berkata telah bercerita kepadaku Salim dari Ibnu &#8216;Umar radliallahu &#8216;anhuma berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || No : 2546</span></h2>
<p><a id="more-3317"></a></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah bercerita   kepada kami <em>Bisyir bin Muhammad As-Sakhtiyaaniy</em> telah mengabarkan   kepada kami <em>&#8216;Abdullah</em> telah mengabarkan kepada kami <em>Yunus</em> dari <em>Az   Zuhriy</em> berkata telah bercerita kepadaku <em>Salim</em> dari <em>Ibnu &#8216;Umar   radliallahu &#8216;anhuma</em> berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi   wasallam bersabda: <span style="color:#000088">Setiap kalian adalah pemimpin   dan akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam (kepala   negara) adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya.   Seorang suami dalam keluarganya adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung   jawaban atas keluarganya. Seorang istri adalah pemimpin di dalam urusan rumah   tangga suaminya dan akan diminta pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga   tersebut. Seorang pembantu dalam urusan harta tuannya adalah pemimpin dan   akan diminta pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut</span>.   Dia (Ibnu &#8216;Umar radliallahu &#8216;anhuma) berkata: <span style="color:#000088">Aku   menduga Beliau juga bersabda: </span>Dan seorang anak laki-laki adalah   pemimpin dalam uruan harta bapaknya<span style="color:#000088">. </span></span></p>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ السَّخْتِيَانِيُّ   أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ   أَخْبَرَنِي سَالِمٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ   رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّكُمْ رَاعٍ   وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ   وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ فِي   بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ فِي   مَالِ سَيِّدِهِ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ قَالَ وَحَسِبْتُ أَنْ قَدْ   قَالَ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي مَالِ أَبِيهِ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>(<a href="http://artikelislami.wordpress.com/2011/03/19/setiap-manusia-adalah-pemelihara/" target="_blank">baca artikel</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/20/sb-washiyat-2546/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SB Membebaskan Budak (2368-2371)</title>
		<link>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/19/sb-membebaskan-budak-2368-2371/</link>
		<comments>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/19/sb-membebaskan-budak-2368-2371/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 12:50:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotarticle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shahih al-Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelislami.wordpress.com/?p=3312</guid>
		<description><![CDATA[HR.Bukhari &#124;&#124; No : 2368 Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari &#8216;Ubaidulloh berkata, telah menceritakan kepadaku Nafi&#8217; dari &#8216;Abdullah radliallahu &#8216;anhu bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, maka dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || No : 2368</span></h2>
<p><a id="more-3312"></a></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Musaddad</em> telah menceritakan kepada kami <em>Yahya</em> dari <em>&#8216;Ubaidulloh</em> berkata, telah menceritakan kepadaku <em>Nafi&#8217;</em> dari <em>&#8216;Abdullah radliallahu &#8216;anhu</em> bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi   wasallam bersabda: <span style="color:#000088">Setiap kalian adalah pemimpin   dan akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala   Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, maka dia akan diminta   pertanggung jawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarganya adalah   pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas mereka. Seorang isteri   adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya dan   dia akan diminta pertanggung jawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah   pemimpin dalam urusan harta tuannya dia akan diminta pertanggung jawaban   atasnya. Ketahuilah bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian   akan diminta pertanggung jawaban atas siapa yang dipimpinnya </span>. </span></p>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ   اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي نَافِعٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ   رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّكُمْ رَاعٍ   فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ   مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ   عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ   مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ   عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || No : 2369</span></h2>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Malik bin Isma&#8217;il</em> telah menceritakan kepada   kami <em>Sufyan</em> dari <em>Az Zuhriy</em> telah menceritakan kepadaku <em>&#8216;Ubaidullah</em>;   aku mendengar <em>Abu Hurairah radliallahu &#8216;anhu</em> dan <em>Zaid buin Khalid</em> dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: <span style="color:#000088">Jika   seorang budak wanita berzina, maka cambuklah dia kemudian jika berzina lagi   maka cambuklah dia, kemudian jika berzina lagi maka cambuklah dia untuk yang   ketiga kalinya atau keempat, kemudian juallah sekalipun dengan harga seuntai   rambut</span>. </span></p>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا   سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ سَمِعْتُ أَبَا   هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَزَيْدَ بْنَ خَالِدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى   اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا زَنَتْ الْأَمَةُ فَاجْلِدُوهَا ثُمَّ   إِذَا زَنَتْ فَاجْلِدُوهَا ثُمَّ إِذَا زَنَتْ فَاجْلِدُوهَا فِي الثَّالِثَةِ   أَوْ الرَّابِعَةِ بِيعُوهَا وَلَوْ بِضَفِيرٍ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || No : 2370</span></h2>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Hajjaj bin Minhal</em> telah menceritakan kepada   kami <em>Syu&#8217;bah</em> berkata, telah menceritakan kepadaku <em>Muhammad bin   Ziyad</em> aku mendengar <em>Abu Hurairah radliallahu &#8216;anhu</em> dari Nabi   shallallahu &#8216;alaihi wasallam: <span style="color:#000088">Jika seorang dari   kalian didatangi pembantunya dengan membawa makanan, lantas dia tidak   mengajaknya duduk makan bersamanya, hendaklah dia berikan kepadanya satu suap   atau dua suap atau satu makanan atau dua makanan, karena dia yang mendapatkan   panasnya (ketika memasak) dan disebabkan dia pula makanan bisa dihidangkan</span>. </span></p>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ   قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ   اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَى   أَحَدَكُمْ خَادِمُهُ بِطَعَامِهِ فَإِنْ لَمْ يُجْلِسْهُ مَعَهُ فَليُنَاوِلْهُ   لُقْمَةً أَوْ لُقْمَتَيْنِ أَوْ أُكْلَةً أَوْ أُكْلَتَيْنِ فَإِنَّهُ وَلِيَ   عِلَاجَهُ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || No : 2371</span></h2>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Abu Al Yaman</em> telah mengabarkan kepada kami <em>Syu&#8217;aib</em> dari <em>Az Zuhriy</em> berkata, telah menceritakan kepadaku <em>Salim bin   &#8216;Abdullah</em> dari <em>&#8216;Abdullah bin &#8216;Umar radliallahu &#8216;anhuma</em> bahwa dia   mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: <span style="color:#000088">Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta   pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Seorang imam (kepala Negara)   adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang   suami dalam keluarganya adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban   atas orang yang dipimpinnya. Seorang isteri di dalam rumah tangga suaminya   adalah pemimpin dia akan diminta pertanggung jawaban atas siapa yang   dipimpinnya. Seorang pembantu dalam urusan harta tuannya adalah pemimpin dan   dia akan diminta pertanggung jawaban atasnya. Dia berkata; </span>Aku   mendengar semuanya ini dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan aku menduga   Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam juga bersabda: <span style="color:#000088">Dan   seseorang dalam urusan harta ayahnya adalah pemimpin dan akan diminta   pertanggung jawaban atasnya. Maka setiap kalian adalah pemimipin dan setiap   kalian akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya </span>. </span></p>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ   الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ   اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ   صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ   رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ فِي   أَهْلِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ فِي بَيْتِ   زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ فِي   مَالِ سَيِّدِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ قَالَ فَسَمِعْتُ   هَؤُلَاءِ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَحْسِبُ   النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالرَّجُلُ فِي مَالِ   أَبِيهِ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ   مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>(<a href="http://artikelislami.wordpress.com/2011/03/19/setiap-manusia-adalah-pemelihara/" target="_blank">baca artikel</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/19/sb-membebaskan-budak-2368-2371/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SB Mencari Pinjaman dan Melunasi Hutang (2232)</title>
		<link>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/19/sb-mencari-pinjaman-dan-melunasi-hutang-2232/</link>
		<comments>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/19/sb-mencari-pinjaman-dan-melunasi-hutang-2232/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 12:49:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotarticle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shahih al-Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelislami.wordpress.com/?p=3310</guid>
		<description><![CDATA[HR.Bukhari &#124;&#124; No : 2232 Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu&#8217;aib berkata, dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku Salim bin &#8216;Abdullah dari &#8216;Abdullah bin &#8216;Umar radliallahu &#8216;anhuma bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam telah bersabda: Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || No : 2232</span></h2>
<p><a id="more-3310"></a></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Abu Al Yaman</em> telah mengabarkan kepada kami <em>Syu&#8217;aib</em> berkata, dari <em>Az Zuhriy</em> berkata, telah mengabarkan kepadaku <em>Salim   bin &#8216;Abdullah</em> dari <em>&#8216;Abdullah bin &#8216;Umar radliallahu &#8216;anhuma</em> bahwa   dia mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam telah bersabda: <span style="color:#000088">Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan   diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Imam (kepala Negara)   adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya. Seorang   suami dalam keluarganya adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban   atas keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga   suaminya dan akan diminta pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga   tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya dan   akan diminta pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut</span>.   Dia (&#8216;Abdullah bin &#8216;Umar radliallahu &#8216;anhuma) berkata: <span style="color:#000088">Aku mendengar semua itu dari Rasulullah shallallahu   &#8216;alaihi wasallam dan aku munduga Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam juga   bersabda</span>; <span style="color:#000088">Dan seorang laki-laki pemimpin   atas harta bapaknya dan akan diminta pertanggung jawaban atasnya dan setiap   kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban   atas yang dipimpinnya. </span></span></p>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ   الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ   اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ   صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ   رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ   فِي أَهْلِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ فِي بَيْتِ   زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ فِي   مَالِ سَيِّدِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ قَالَ فَسَمِعْتُ   هَؤُلَاءِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَحْسِبُ   النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَالرَّجُلُ فِي مَالِ   أَبِيهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ   مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>(<a href="http://artikelislami.wordpress.com/2011/03/19/setiap-manusia-adalah-pemelihara/" target="_blank">baca artikel</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/19/sb-mencari-pinjaman-dan-melunasi-hutang-2232/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SB Jum&#039;at (844)</title>
		<link>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/19/sb-jumat-844/</link>
		<comments>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/19/sb-jumat-844/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 12:46:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotarticle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shahih al-Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelislami.wordpress.com/?p=3308</guid>
		<description><![CDATA[HR.Bukhari &#124;&#124; No : 844 Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Muhammad Al Marwazi berkata, telah mengabarkan kepada kami &#8216;Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepada kami Salim bin &#8216;Abdullah dari Ibnu &#8216;Umar radliallahu &#8216;anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: Setiap kalian adalah pemimpin. Al Laits menambahkan; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || No : 844</span></h2>
<p><a id="more-3308"></a></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Bisyr bin Muhammad Al Marwazi</em> berkata, telah   mengabarkan kepada kami <em>&#8216;Abdullah</em> berkata, telah mengabarkan kepada   kami <em>Yunus</em> dari <em>Az Zuhri</em> berkata, telah mengabarkan kepada kami   <em>Salim bin &#8216;Abdullah</em> dari <em>Ibnu &#8216;Umar</em> radliallahu &#8216;anhuma, bahwa   Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: <span style="color:#000088">Setiap   kalian adalah pemimpin.</span> <em>Al Laits</em> menambahkan; <em>Yunus</em> berkata; Ruzaiq bin Hukaim menulis </span><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">surat</span><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana"> kepada <em>Ibnu   Syihab</em>, dan pada saat itu aku bersamanya di Wadi Qura (pinggiran </span><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">kota</span><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">), <span style="color:#000088">Apa pendapatmu jika aku mengumpulkan orang untuk shalat   Jum&#8217;at?</span> -Saat itu Ruzaiq bertugas di suatu tempat dimana banyak   jama&#8217;ah dari negeri </span><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Sudan</span><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana"> dan yang   lainnya, yaitu di negeri Ailah-. Maka Ibnu Syihab membalasnya dan aku   mendengar dia memerintahkan (Ruzaiq) untuk mendirikan shalat Jum&#8217;at. Lalu   mengabarkan bahwa <em>Salim</em> telah menceritakan kepadanya, bahwa <em>&#8216;Abdullah   bin &#8216;Umar</em> berkata, <span style="color:#000088">Aku mendengar Rasulullah   shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: </span>Setiap kalian adalah pemimpin,   dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya.   Imam adalah pemimpin yang akan diminta pertanggung jawaban atas rakyatnya.   Seorang suami adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas   keluarganya. Seorang isteri adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga   suaminya, dan akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan rumah tangga   tersebut. Seorang pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dan   akan dimintai pertanggung jawaban atas urusan tanggung jawabnya tersebut.<span style="color:#000088"> Ibnu &#8216;Umar berkata: Aku menduga bahwa beliau juga berkata, </span>&#8220;Dan seorang   laki-laki adalah pemimpin atas harta bapaknya, dan akan dimintai pertanggung   jawaban atasnya. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan   dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya.&#8221;<span style="color:#000088"> </span></span></p>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمَرْوَزِيُّ قَالَ   أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ   أَخْبَرَنَا سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ   عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ   كُلُّكُمْ رَاعٍ وَزَادَ اللَّيْثُ قَالَ يُونُسُ كَتَبَ رُزَيْقُ بْنُ حُكَيْمٍ   إِلَى ابْنِ شِهَابٍ وَأَنَا مَعَهُ يَوْمَئِذٍ بِوَادِي الْقُرَى هَلْ تَرَى   أَنْ أُجَمِّعَ وَرُزَيْقٌ عَامِلٌ عَلَى أَرْضٍ يَعْمَلُهَا وَفِيهَا جَمَاعَةٌ   مِنْ السُّودَانِ وَغَيْرِهِمْ وَرُزَيْقٌ يَوْمَئِذٍ عَلَى أَيْلَةَ فَكَتَبَ   ابْنُ شِهَابٍ وَأَنَا أَسْمَعُ يَأْمُرُهُ أَنْ يُجَمِّعَ يُخْبِرُهُ أَنَّ   سَالِمًا حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ   اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ   مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ   وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ   وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا   وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِي مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ قَالَ   وَحَسِبْتُ أَنْ قَدْ قَالَ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي مَالِ أَبِيهِ وَمَسْئُولٌ   عَنْ رَعِيَّتِهِ وَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>(<a href="http://artikelislami.wordpress.com/2011/03/19/setiap-manusia-adalah-pemelihara/" target="_blank">baca artikel</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/19/sb-jumat-844/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setiap Manusia adalah Pemelihara</title>
		<link>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/19/setiap-manusia-adalah-pemelihara/</link>
		<comments>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/19/setiap-manusia-adalah-pemelihara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Mar 2011 12:15:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotarticle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majelis Rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelislami.wordpress.com/?p=3306</guid>
		<description><![CDATA[قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ صحيح البخاري&#160; &#160; “Semua Kalian adalah pemelihara (bagi anaknya, hartanya, dirinya), dan semua pemelihara akan ditanyai akan yang diasuhnya” ( Shahih Al Bukhari ) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl"><strong> قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :<br />
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ<br />
صحيح البخاري&nbsp;</p>
<p></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Semua Kalian adalah pemelihara (bagi anaknya, hartanya,  dirinya), dan semua pemelihara akan ditanyai akan yang diasuhnya”             ( Shahih Al Bukhari ) </em></strong></p>
<p><a id="more-3306"></a></p>
<p style="text-align:justify"><img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar1juni9.jpg" border="0" alt="Image" hspace="6" width="128" height="171" align="left" />Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ  اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ  اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا  لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ  عَلَيْهِ  وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا  الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي  الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ  بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ  وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ  وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.</p>
<p style="text-align:justify">Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur,  Yang Maha melimpahkan kebahagiaan sepanjang zaman, Yang Maha menciptakan  segenap hamba dari tiada, sesuatu yang selain Allah adalah makhluk,  selain Dia Yang Maha Tunggal, Maha Sempurna dan Maha Abadi, kesemuanya  adalah fana dan terikat kepada Yang Maha memiliki segala yang ada di  langit dan bumi. Langit dan bumi ini adalah kerajaan milik Allah  subhanahu wata’ala, Allah pemilik Tunggal Yang Maha berwibawa, Allah  Yang Maha memberikan keluhuran, Yang Maha memberikan cahaya dan  kegelapan, Yang Maha memulikan hamba-hamba-Nya dan menghinakan, Yang  Maha menghidupkan dan Maha mematikan , Yang Maha melimpahkan keluhuran  dan kesucian, Yang Maha memperbaiki keadaan hamba yang dikehendaki Nya,  terlebih lagi jika hamba-Nya meminta dan terus berharap kepada-Nya,  sungguh Dialah (swt) Yang paling tidak mengecewakan dari semua yang  tidak mengecewakan, Dialah Yang Maha berhak dipercaya melebihi semua  yang dipercaya, Dialah (swt) Yang Maha mendengarkan semua keluhan dan  seruan hati kita melebihi semua yang mendengarkan keluhan dan seruan  hati, Dialah (swt) Yang Maha mengerti perasaan kita melebihi semua yang  baik kepada kita karena Dia (swt) Maha Baik. Allah subhanahu wata’ala  telah memberikan kita keluhuran dengan menghadirkan kita di malam hari  ini untuk berkumpul di dalam perkumpulan hamba-hamba yang dicintai-Nya,  perkumpulan hamba-hamba yang dimuliakan-Nya, yang diikat Nya dengan  rantai keluhuran kepada hamba-hamba terdahulu yang telah dimuliakan-Nya  yang tersambung kepada Pemimipin para pembawa keluhuran, sayyidina  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah lah (swt) Yang  menyambungkan kita kepada sang nabi (saw) melalui guru-guru kita hingga  sampai kepada pemimpin semua guru, pemimpin semua makhluk Allah (swt) di  dunia dan di akhirat, Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,  manusia yang paling luhur budi pekertinya, manusia yang paling indah  akhlaknya, manusia yang paling sempurna dari seluruh ciptaan Allah  subhanahu wata’ala. Tiada satu makhluk pun yang Allah (swt) ciptakan  yang memiliki keringat wangi, dan tiada satu makhluk pun Allah (swt)  ciptakan yang wajahnya lebih terang dari matahari dan lebih indah dari  bulan, sehingga ketika beliau berjalan tidak terlihat bayangannya (saw),  karena cahaya wajah beliau (saw)  lebih bercahaya dari matahari, namun  cahaya kemuliaan yang Allah (swt) berikan kepada sang nabi (saw) tidak  Allah (swt) tampakkan kepada makhluk-makhluk-Nya Allah (swt), kecuali  sedikit saja yang diperlihatkan, karena jika semuanya diperlihatkan maka  manusia tidak akan mampu memandang sayyidina Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam dari keindahan Allah (swt) yang berpijar di wajah  beliau, namun kemuliaan itu akan terasa ketika hamba mulai mencintai  Allah (swt) dan nabi-Nya (saw), keindahan Sang Maha indah (swt) dan  makhluk ciptaan-Nya (saw) yang terindah akan mulai tersingkap dari tabir  yang tertutup sebab gelapnya dosa, semoga Allah (swt) membukakan tabir  keindahan itu sehingga sanubari kita menyaksikan keindahan Allah (swt),  keindahan makhluk yang paling indah dan paling dicintai-Nya, sayyidina  Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.</p>
<p style="text-align:justify">Saudara saudariku yang kumuliakan</p>
<p style="text-align:justify">Sungguh Allah subhanahu wata’ala telah memuliakan hamba-hamba-Nya dan  menciptakannya dengan kehendak-Nya. Dan segala kehidupan, seperti  hewan, tumbuhan dan lainnya, Allah ciptakan dari air, sebagaimana firman  Allah subhanahu wata’ala :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">وَاللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَابَّةٍ مِنْ مَاءٍ فَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى  بَطْنِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمْشِي عَلَى رِجْلَيْنِ وَمِنْهُمْ مَنْ  يَمْشِي عَلَى أَرْبَعٍ يَخْلُقُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى  كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</p>
<p style="text-align:justify;direction:rtl">( النور : 45 )</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka  sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian  berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan  empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya  Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” ( QS. An Nuur : 45 )</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Dijelaskan di dalam kitab-kitab tafsir bahwa tidaklah satu makhluk  hidup pun diciptakan kecuali salah satu kandungannya adalah air,  sehingga menjadikan makhluk itu butuh pada air . Sebagian ahli tafsir  mensyarahkan makna air adalah sebagai rahmat Allah subhanahu wata’ala  yang tiada berhenti mengalir, karena makhluk Allah subhanahu wata’ala  ada yang diciptakan dari api, ada yang diciptakan dari cahaya, namun  Allah subhanahu wata’ala menciptakan segala makhluk hidup yang ada di  bumi, yaitu makhluk yang memiliki jasad tentunya salah satu unsurnya  adalah air. Sedangkan makhluk-makhluk lain seperti jin dan syaitan  diciptakan dari api, serta malaikat diciptakan dari cahaya, maka tidak  termasuk dalam kalimat دابة (daabbah) karena tidak memiliki jasad  tertentu, namun sebagian pendapat mengatakan bahwa mereka juga termasuk  dalam kalimat دابة namun kalimat “air” dalam ayat ini adalah sesuatu  yang ma’nawi yaitu rahmat Allah subhanahu wata’ala yang terus mengalir .  Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ</p>
<p style="text-align:justify;direction:rtl">( الأعراف : 156 )</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu” ( QS. Al A’raf : 156 )</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Maka Allah (swt) mengatur makhluk-makhluk hidup, manusia dan hewan,  ada yang berjalan dengan perutnya seperti ular, ada yang berjalan dengan  kedua kaki dan ada yang berjalan dengan empat kaki, karena Allah  menciptakan segala sesuatu dengan kehendak-Nya. Kehendak Allah tidak  bisa dipastikan, hewan yang seharusnya berkaki empat, bisa Allah  ciptakan dengan berkaki tiga atau lima, hewan yang selayaknya berkaki  dua maka bisa Allah ciptakan dengan berkaki satu atau tiga, demikian  Allah subhanahu wata’ala jika menghendaki sesuatu pastilah terjadi. Dari  sini terbukalah rahasia-rahasia kemuliaan doa dengan firman-Nya :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</p>
<p style="text-align:justify;direction:rtl">( النحل : 77 )</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” ( QS. An Nahl : 77 )</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Kalimat ini membuka rahasia harapan bagi mereka yang mau berharap  kepada Yang Maha menentukan segala sesuatu (swt), Yang Maha memutuskan  segala ketentuan (swt), jika mereka berdoa kepada Yang Maha berkuasa  atas segala sesuatu (swt), sungguh hanya Dialah (swt) yang paling mampu  merubah segala keadaan yang kita kehendaki, namun jangan terjebak dengan  hawa nafsu apabila kita telah berdoa, yakinlah bahwa Allah pasti  memilihkan yang terbaik untuk kita jika kita telah memohon kepadaNya.  Allah subhanahu wata’ala berfirman :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ  وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ  وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ</p>
<p style="text-align:justify">( البقرة : 185 )</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki  kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan  hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan  kepadamu, supaya kamu bersyukur” ( QS. Al Baqarah : 185 )</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Dan Allah berfirman dalam ayat yang lain :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ  تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا  تَعْلَمُونَ</p>
<p style="text-align:justify">( البقرة : 216 )</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,  dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk  bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” ( QS. Al  Baqarah : 216 )</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Rahasia keluhuran dari kelembutan ketentuan Ilahi ditunjukkan disini  Agar kita memahami apa-apa yang telah kita mohonkan kepada Allah (swt),  namun belum Allah (swt) kabulkan maka barangkali hal itu belum baik  untuk kita saat ini, dan pastilah Allah akan memberikan yang lebih baik  dari yang kita minta, Allah tidak pernah memberi sesuatu yang sama  seperti yang diminta oleh hamba-Nya, Allah pasti akan member hajatnya  dan ditambah lagi pahalanya atau diberi penghapusan dosa sebab dia  berdoa, sebagaimana firman-Nya dalam hadits qudsi:</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">يَاابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كاَنَ مِنْكَ فَلاَ أُبَالِي</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>&#8221; Wahai keturunan Adam , jika engkau berdoa dan berharap  kepadaKu niscaya Kuampuni dosa-dosa kalian tanpa Kupertanyakan lagi. &#8221;  (HR Musnad Ahmad)</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Besarnya harapan dan munajat menghapus dosa-dosa kita, <strong><em> maka  ketahuilah bahwa mengampuni dosa adalah sesuatu yang mudah dan remeh  bagi Allah subhanahu wata’ala, namun jangan kita meremehkannya, karena  jika hal itu terjadi bisa saja Allah (swt) tidak mau mengampuni  dosa-dosanya. Jika kita meremehkan dengan berfikir bahwa Allah (swt)  pasti mengampuni dosa sehingga timbul dalam fikiran kita untuk tidak  perlu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka hal yang  seperti itu bukanlah merupakan harapan atau prasangka baik terhadap  Allah (swt), akan tetapi merupakan penghinaan makhluk terhadap Allah  subhanahu wata’ala.</em></strong> Tentunya kita tidak dituntut oleh  Allah melebihi dari kemampuan kita, kita tidak pula dipaksa lebih dari  batas kemampuan, sebagaimana firman-Nya:</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ</p>
<p style="text-align:justify">( البقرة : 286 )</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan  kesanggupannya, Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya  dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” ( QS. Al  Baqarah : 286 )</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Dari ayat ini kita memahami makna kelembutan Ilahi bahwa Allah (swt)  tidak akan memaksa lebih dari kemampuan hamba-Nya, namun Rasulullah  shaallallahu ‘alaihi wasallam memperjelas makna ayat ini dengan sabda  beliau shallallahu ‘alaihi wasallam :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">اكْلَفُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Bebankan (lakukanlah) amal sesuai kemampuan kalian” (Shahih Bukhari)</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Maksudnya bukan berarti memaksakan diri lebih dari kemampuan, tetapi  jangan sampai jika kita masih mampu melakukan suatu ibadah namun hanya  karena terjebak malas atau yang lainnya sehingga kita tidak mau  melakukannya. Tetapi jika sampai pada batas kemampuan maka Allah tidak  memaksakan untuk lebih lagi dari itu. Maka lakukan amal ibadah hingga  batas kemampuan kita dengan berusaha dan berdoa selanjutnya kita  pasrahkan kepada Allah subhanahu wata’ala atas ketentuannya. Tidak cukup  dengan kita berdoa saja dan tidak mau berusaha, karena hal yang seperti  itu seakan-akan kita memerintah Allah untuk menjadi budak kita dan  memberikan segala yang kita inginkan. Dan tidak pula sebaliknya, hanya  dengan berusaha saja tanpa berdoa kepada Allah, karena kita tidak  memiliki nafas kita sendiri bagaimana kita merasa tidak butuh lagi  berdoa kepada Allah, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">أَعْجَزَ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاءِ</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Manusia yang paling lemah adalah orang yang paling lemah dalam  berdo’a” (HR alma’jamul kabiir littabrani, syi’bul Imaan lilbaihaqi  dll)</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah<br />
Rasulullah menjelaskan bahwa yang dimaksud orang yang berani bukanlah  orang yang mampu memukul yang lain atau menyerang, namun justru orang  yang berani adalah orang yang mampu menahan amarahnya. Sebatas apa  seseorang mampu menahan amarahnya maka sekadar itu juga keberaniannya.<br />
Maka berhati-hatilah terhadap orang yang selalu sabar karena jika  amarahnya memuncak, Allah akan memunculkan kekuatan kemurkaan Allah  pula, karena Allah subhanahu wata’ala berfirman :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ</p>
<p style="text-align:justify;direction:rtl">( البقرة : 153 )</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“ Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar ” ( QS. Al Baqarah : 153 )</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Allah senantiasa bersama orang yang bersabar, jika hamba yang  bersabar sudah memaksakan diri dengan segenap kemampuan untuk bersabar  sehingga ia tidak mampu lagi menahan kesabarannya, maka Allah subhanahu  wata’ala akan turut bertindak untuk membantu hamba-Nya yang bersabar.</p>
<p style="text-align:justify">Demikianlah yang telah terjadi pada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam. Dimana beliau selalu bersabar atas musuh-musuhnya namun  mereka terus-menerus menyakiti, menyerang, menganiaya dan lainnya  sehingga beliau pun terpaksa membela diri karena memikirkan keadaan  ummat beliau yang terus dibantai. Sehingga berapa banyak dari sahabat  beliau yang dibantai namun beliau membiarkannya sampai beliau tidak lagi  dapat menahannya, sehingga terjadilah perang Badr Al Kubra maka  turunlah 5000 malaikat pertolongan dari Allah subhanahu wata’ala. Ketika  itu Rasulullah telah terusir dan hijrah meninggalkan kampung halamannya  namun masih saja terus dikejar dan diganggu juga, maka Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam membela diri bersama para sahabat dari kaum  muhajirin dan anshar, demikian keadaan para hamba dari zaman ke zaman  hingga malam hari ini, kekuatan Allah ada pada hamba yang bersabar. Maka  bersabarlah karena kekuatan Allah akan bersamamu.</p>
<p style="text-align:justify">Saudara saudariku yang dimuliakan Allah<br />
Rahasia keindahan Allah subhanahu wata’ala terus diulurkan kepada kita  dengan munculnya hadits kepada kita, sehingga sampailah ucapan mulia ini  dari lisan manusia yang paling suci dan indah :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” </em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Hadits ini teriwayatkan lebih dari 5 hadits dengan lafazh yang sama  dan makna yang sama pula bahwa “Setiap kalian adalah pemimpin, pengasuh,  atau pemelihara yang akan dimintai pertanggungjawaban atas yang  dipimpinnya, diasuhnya atau yang dipeliharanya”. Kalimat رَاعٍ mempunyai  arti pengembala namun yang dimaksud adalah pengasuh, atau pemelihara  sesuatu yang bersamanya, seperti seorang suami memelihara istrinya,  seorang ibu menjaga anaknya, seorang anak menjaga hak-hak orang tuanya,  atau seseorang yang mempunyai harta maka ia berkewajiban menjaga  hartanya yang Allah berikan kepadanya. Seluruh kenikmatan akan dimintai  pertanggungjawaban kepada manusia kelak di hari kiamat. Semua manusia  akan dimintai pertanggungjawaban, jika ia pemimpin maka ia bertanggung  jawab atas rakyatnya, jika ia rakyat maka ia bertanggungjawab untuk taat  kepada pemimpin, demikian pula imam terhadap makmum dan sebaliknya,  seorang imam harus menjaga agar makmum mengikuti imam, dan bagaimana  seorang makmum harus mengikuti imam dan tidak mendahuluinya. Bahkan  seseorang bertanggung jawab atas sel-sel di tubuhnya, manusia akan  ditanyakan oleh Allah subhanahu wata’ala tentang kehidupannya, dan  setiap nafas dan detik yang lewat pun ia bertanggung jawab atasnya.  Namun rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan kejelasan bahwa  orang yang baik dan selalu berusaha semampunya untuk berada dalam  keluhuran dengan banyak bershadaqah dan senantiasa berbuat kemuliaan  maka Allah akan membantunya dengan kemudahan di dunia dan akhirah,  sebaliknya orang yang selalu berpaling dari kebenaran maka Allah akan  memudahkan baginya jalan menuju kesulitan, sebagaimana firman Allah  subhanahu wata’ala :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى ، وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ، فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى</p>
<p style="text-align:justify;direction:rtl">( الليل : 5- 7 )</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan  bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami  kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” (QS. Al Lail : 5-7 )</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Sebaliknya orang yang kikir dan selalu berpaling dari kebenaran, maka  Allah mudahkan baginya jalan kesulitan, dan kikir bukan hanya dalam  harta saja, namun termasuk pula kikir terhadap usia dan malas dalam  beribadah, sebagaimana firman-Nya:</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى ، وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى ، فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى</p>
<p style="text-align:justify">( الليل : 8-10 )</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,  serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan  baginya (jalan) yang sulit.” ( QS. Al Lail : 8-10 )</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Semoga Allah menjaga kita dan selalu menuntun kita pada kemudahan, amin.</p>
<p style="text-align:justify">Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah<br />
Berkaitan dengan ayat ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">مَنْ حُوسِبَ عُذِّبَ قَالَتْ عَائِشَةُ فَقُلْتُ أَوَلَيْسَ يَقُولُ  اللَّهُ تَعَالَى فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا قَالَتْ فَقَالَ  إِنَّمَا ذَلِكِ الْعَرْضُ وَلَكِنْ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَهْلِكْ</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“ Barangsiapa yang dihisab, maka ia disiksa”. Aisyah ra  bertanya,”Bukankah Allah telah berfirman : “maka ia akan diperiksa  dengan pemeriksaan yang mudah” ( QS. Al Insyiqaaq: 8), maka Rasulullah  Shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab: “Hal itu hanyalah pembentangan,  tetapi barangsiapa yang dipertanyakan dan diteliti hisabnya, maka ia  akan celaka (mendapat azab)”.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Seseorang jika dipertanyakan satu saja tentang dosa seseorang maka  hal itu sudah cukup untuk melemparkannya ke dalam api neraka. Jangankan  sesuatu yang dosa, hal yang makruh saja jika dipertanyakan oleh Allah  mengapa seseorang melakukan hal yang tidak disukai oleh Allah walaupun  tidak dosa, maka satu pertanyaan itu akan membuat manusia lebur menjadi  debu, betapa takut dan amlunya dihadapan Allah ketika Allah subhnahu  wata’ala berfirman:</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ ، الَّذِي  خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ ، فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ ،  كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ ، وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ ،  كِرَامًا كَاتِبِينَ ، يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ ، إِنَّ الْأَبْرَارَ  لَفِي نَعِيمٍ ، وَإِنَّ الْفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٍ ، يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ  الدِّينِ ، وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ  الدِّينِ ، ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ ، يَوْمَ لَا  تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ</p>
<p style="text-align:justify">( الإنفطار : 6-19 )</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Wahai manusia, apakah yang telah membuatmu kamu berpaling dari  Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang telah menciptakan kamu lalu  menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,  dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu, Bukan  hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan, Padahal  sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi  (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat  (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan,  Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam  syurga yang penuh keni&#8217;matan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka  benar-benar berada dalam neraka, Mereka masuk ke dalamnya pada hari  pembalasan, Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu,  Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?, dan, tahukah kamu apakah hari  pembalasan itu?,  (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya  sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu  dalam kekuasaan Allah .” ( QS. Al Al Infithar : 6-19 )</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Apa yang bisa kita jawab dengan partanyaan ini : <strong><em> “Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah?”.</em></strong> Sungguh indah firman Allah subhanahu wata’ala, seduatu yang akan  terjadi kelak Allah ceritakan saat ini, hal itu adalah  bukti cinta  Allah kepada hamba-Nya. Allah memberitahukan ucapan yang akan ditanyakan  kelak di hari kiamat agar manusia faham dan mengetahui apa yang akan  dipertanyakan kelak. Misalkan murid yang akan menghadapi ujian, tidak  akan mungkin guru memberitahukan soal-soal ujiannya dari jauh hari  sebelumnya, tiada yang lebih baik melebihi Allah subhanahu wata’ala yang  memberitahukan sesuatu yang akan ditanyakannya kelak. Semua guru akan  berusaha menjaga agar semua pertanyaan tidak diketahui oleh muridnya,  karena jika diberitahu kepada muridnya maka akan dikatakan khianat.  Namun justru Allah memberitahu semua pertanyaan yang akan ditanyakan  kelak, Allah bertanya dalm firman-Nya :</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Wahai manusia, apakah yang telah membuatmu kamu berpaling dari  Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang telah menciptakan kamu lalu  menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,  dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu, Bukan  hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan, Padahal  sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi  (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat  (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan,  Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam  syurga yang penuh keni&#8217;matan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka  benar-benar berada dalam neraka, Mereka masuk ke dalamnya pada hari  pembalasan, Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu”.</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Hadirin hadirat, mengapa Allah mengucapkan hal ini ? yaitu agar kita  menghindari kejahatan. Jika tidak karena kasih sayang Allah kepada  hamba-hamba-Nya, maka Allah akan diam saja tanpa memberitau hal ini  kepada hamba-Nya, Allah akan biarkan saja jika seseorang berbuat baik  maka dia akan menerima balasannya, dan jika seseorang berbuat jahat maka  ia pun akan menerima balasannya. Namun Allah mengabrakannya kepada kita  bahwa orang yang berbuat jahat atau zhalim kepada yang lain dia akan  menempati tempat di neraka dan sebaliknya orang yang senantiasa  mengerjakan keluhuran dia akan ditempatkan di tempat yang mulia, yaitu  surge Allah. Hal itu Allah sampaikan kepada kita agar kita senantiasa  mengerjakan kebaikan dan meninggalkan perbuatan jahat.  Maka tidak  seharusnya kita sangat membenci orang-orang yang berbuat jahat atau  zhalim kepada kita karena Allah telah menentukan tempatnya kelak di  neraka. Semoga orang-orang yang berbuat jahat dan berbaut zhalim diberi  hidayah oleh Allah untuk bertobat, amin.</p>
<p style="text-align:justify">Firman Allah subhanahu wata’ala :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ ، ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ  الدِّينِ ، يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا وَالْأَمْرُ  يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ</p>
<p style="text-align:justify">) الإنفطار : 17 – 19 )</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?, dan, tahukah kamu  apakah hari pembalasan itu?,  (Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak  berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada  hari itu dalam kekuasaan Allah .” ( QS. Al Al Infithar : 17-19 )</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Saat kita berkuasa atas diri kita sendiri walaupun tidak sepenuhnya,  misalnya kita ingin bergerak maka dengan mengangkat tangan maka tangan  bergerak, namun bisa juga kita ingin bergerak namun tidak bisa bergerak,  dengan kehendak kita pula kapan kita ingin berkedip maka kita bisa  berkedip, dan dengan kehendak Allah meskipun kita punya mata tapi tidak  bisa melihat. Namun sebagian besar kita menguasai atas jasad kita yang  telah diberikan Allah kepada kita kekuasaannya, maka di saat itu (hari  kiamat) seseorang tidak bisa berkuasa atas dirinya, kemana dirinya akan  pergi hal itu ditentukan oleh Allah subhanahu wata’ala, dan saat itu  keputusan berada pada Allah subahanahu wata’ala. Allah telah putuskan  jika orang yang cinta kepada orang yang selalu berbuat luhur maka ia kan  bersamanya, dan orang yang cinta kepada nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wasallam adalah termasuk orang yang paling beruntung di saat  itu. Semoga Allah mengumpulkan kita dengan mereka, amin.</p>
<p style="text-align:justify">Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah<br />
Dan janganlah menghinakan orang yang terhina di dunia, barangkali orang  itu termasuk orang yang mulia di sisi Allah, sebagaimana sabda  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">رُبَّ أَشْعَثٍ مَدْفُوْعٍ بِالْأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لَأَبَرَّهُ</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Bisa jadi orang yang rambutnya kusut, berdebu, dan terusir  dari pintu-pintu rumah, namun jika ia berdoa kepada Allah, Dia (Allah)  pasti mengabulkannya” </em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Maka bisa jadi seorang pengemis yang berbaju lusuh yang terusir dari  rumah-rumah, jika ia bersumpah atas nama Allah maka Allah akan  mengabulkannya doanya, jika ia marah atau tersinggung maka Allah akan  mengabulkan doanya, maka berhati-hatilah terhadap kaum lemah dan orang  susah yang terhina atau teraniaya jika berakhir kesabarannya maka Allah  akan mengikuti kehendaknya karena perbuatan buruk kita kepadanya . Maka  para sahabat medengarkan tuntunan sang nabi dengan seindah-indah  keadaan, oleh karena itu orang-orang yang berkuasa tidak akan berani  untuk berbuat zhalim kepada yang lemah, dan yang lemah pun menjadi  tertolong dan terhibur oleh orang-orang yang diberi kekuatan oleh Allah  dengan jabatan, harta atau yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify">Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah<br />
Rasulullah telah menjelaskan kepada kita secara gambling bahwa walaupun  masa atau generasi kehidupan kita jauh dari masa nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam, 14 abad yang silam, namun Allah subhanahu  wata’ala tidak melupakan kita, jauhnya jarak dan masa tidak bisa membuat  Allah jauhSebagaimana dalam riwayat Shahih Al Bukhari ketika seorang  sahabat bertanya kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk  mohon izin ikut hijrah namun beliau tidak mengizinkan karena dia dalam  keadaan lemah dan sangat tidak memungkinkan, maka rasulullah berkata :</p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">فَاعْمَلْ مِنْ وَرَاءِ الْبِحَارِ فَإِنَّ اللَّهَ لَنْ يَتِرَكَ مِنْ عَمَلِكَ شَيْئًا</p>
<p style="text-align:justify"><strong><em>“Maka beramallah dari belakang lautan, sesungguhnya Allah tidak akan menyia nyiakan amalmu sedikitpun.”</em></strong></p>
<p style="text-align:justify">Beramallah walaupun di seberang lautan, maksudnya adalah meskipun  kita berada di tempat yang paling jauh sekalipun namun Allah melihat  perbuatan kita dan tidak akan menyia-nyiakan amal perbuatan kita  sedikitpun bahkan Allah akan memberi balasan lebih atas sesuatu yang  kita perbuat. Allah tidak hanya memberi apa yang kita minta saja, namun  Allah akan memberikan kepada kita tambahan pahala atau penghapusan dosa,  walaupun doa ita bersifat duniawi, selama kita memanggil nama-Nya, maka  Allah subhanahu wata’ala akan memberikan pahala selama doa itu bukan  permohonan atas hal-hal yang munkar.</p>
<p style="text-align:justify">Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah</p>
<p style="text-align:justify">Kita bermunajat kepada Allah subhanahu wata’ala semoga Allah  memuliakan kita dengan rahasia keindahan-Nya, memuliakan kita dengan  tuntunan terluhur dari makhluk yang paling luhur nabi kita Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam, manusia yang paling suci, makhluk yang  paling indah, budi pekertinya yang paling sempurna, yang teriwayatkan  dalam Shahih Al Bukhari bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak  mau menjawab salam kecuali dalam keadaan berwudhu atau dalam keadaan  bersuci, demikian indahnya budi pekerti dan akhlak beliau shallallahu  ‘alaihi wasallam. Semoga Allah memperbaiki akhlak dan budi pekerti kita  untuk semakin indah dan semakin luhur dan mulia, untuk kita dan semua  yang menyaksikan di streaming <a href="http://www.majelisrasulullah.org" title="http://www.majelisrasulullah.org" target="_blank">www.majelisrasulullah.org</a> , dan juga untuk  semua yang mendengarkan di radio-radio yang menyiarkan acara ini.  Semoga Allah memperindah hari-hari kita semakin indah setelah detik ini,  di harei esok dan lusa pun semakin indah dan semakin suci dan mulia di  dunia dan akhirah, kesemua itu mustahil kita dapatkan kecuali dari-Nya,  Allah rabbul ‘alamin. Kembali kepada-Nya segala ketentuan dan kejadian,  datang dari-Nya segala kehidupan dan kembali kepada-Nya segala  kehidupan. Kematian adalah awal perpisahan hamba menuju Allah dan  berpisah dari semua yang bersamanya, berpisah dari keluarga, teman,  jabatan, harta, kekasih,  musuh, dan disaat itu hanya amal-amal yang  menemani, atau kiriman amal teman dan kerabat yang mengingatnya. Semoga  Allah memuliakan kita dan menjadikan kita senantiasa di dalam gelombang  rahmat-Nya yang terus berlimpah tiada berhenti tercurah kepada kita  semua, kerabat kita, keluarga kita,  keturunan kita hingga hari kiamat.  Yang masih hidup, yang telah wafat dan yang akan hidup kelak semoga  dilimpahi kemuliaan oleh Allah subhanahu wata’ala, doa ini mustahil kami  dapatkan kecuali dari-Mu Ya Allah…</p>
<p style="font-size:20px;text-align:right">فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا &#8230;</p>
<p style="text-align:justify"><strong><span style="text-decoration:underline"> Ucapkanlah bersama-sama</span></strong></p>
<p style="font-size:20px;text-align:justify;direction:rtl">يَا الله&#8230;يَا الله&#8230; ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم &#8230;لاَإلهَ  إلَّاالله&#8230;لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ&#8230;لاَ إِلهَ  إِلَّا الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ&#8230;لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ  السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ&#8230;مُحَمَّدٌ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا  نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ  تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ.</p>
<p style="text-align:justify">Selanjutnya qasidah penutup <strong><em>“ Yartaah qalby “</em></strong> dan doa penutup oleh Al Habib Shalih Al Habsyi, kemudian kalimat talqin  oleh Al Habib Hud bin Muhammad Bagir Al Atthas, yataffaddhal masykuuraa.</p>
<p>(<a target="_blank" href="http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=320&amp;Itemid=1">MR</a>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/19/setiap-manusia-adalah-pemelihara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SB Wudhu (175-176)</title>
		<link>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/18/sb-wudhu-175-176/</link>
		<comments>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/18/sb-wudhu-175-176/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 10:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotarticle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shahih al-Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelislami.wordpress.com/?p=3302</guid>
		<description><![CDATA[HR.Bukhari &#124;&#124; No : 175 Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Salam berkata, telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Harun dari Yahya dari Musa bin &#8216;Uqbah dari Kuraib mantan budak Ibnu &#8216;Abbas, dari Usamah bin Zaid, bahwa ketika Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bertolak meninggalkan &#8216;Arafah beliau menuju bukit dan menunaikan hajatnya.&#8221; Usamah bin Zaid berkata, &#8220;Aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || <span class="GramE">No :</span> 175</span></h2>
<p><a id="more-3302"></a></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<div style="margin-bottom:5.25pt">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepadaku <em>Muhammad bin Salam</em> berkata, telah mengabarkan   kepada kami <em>Yazid bin Harun</em> dari <em>Yahya</em> dari <em>Musa bin &#8216;Uqbah</em> dari <em>Kuraib</em> mantan budak Ibnu &#8216;Abbas, dari <em>Usamah bin Zaid</em>, bahwa   ketika Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bertolak meninggalkan &#8216;Arafah   beliau menuju bukit dan menunaikan hajatnya.&#8221; Usamah bin Zaid berkata,   &#8220;Aku lalu menuangkan air untuknya hingga beliau pun berwudhu. <span class="GramE">aku</span> lalu berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, apakah kita akan   shalat di sini?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;<span style="color:#000088">Tempat   shalat ada di depanmu.</span>&#8221; </span></p>
</div>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنِي   مُحَمَّدُ   بْنُ   سَلَامٍ   قَالَ أَخْبَرَنَا   يَزِيدُ   بْنُ   هَارُونَ   عَنْ يَحْيَى   عَنْ مُوسَى   بْنِ   عُقْبَةَ   عَنْ كُرَيْبٍ   مَوْلَى   ابْنِ   عَبَّاسٍ   عَنْ أُسَامَةَ   بْنِ زَيْدٍ   أَنَّ   رَسُولَ   اللَّهِ   صَلَّى   اللَّهُ عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ   لَمَّا   أَفَاضَ   مِنْ عَرَفةَ   عَدَلَ   إِلَى   الشِّعْبِ   فَقَضَى حَاجَتَهُ   قَالَ   أُسَامَةُ   بْنُ زَيْدٍ   فَجَعَلْتُ   أَصُبُّ   عَلَيْهِ   وَيَتَوَضَّأُ   فَقُلْتُ   يَا رَسُولَ   اللَّهِ   أَتُصَلِّي   فَقَالَ   الْمُصَلَّى   أَمَامَكَ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || <span class="GramE">No :</span> 176</span></h2>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<div style="margin-bottom:5.25pt">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>&#8216;Amru bin &#8216;Ali</em> berkata, telah menceritakan   kepada kami <em>&#8216;Abdul Wahhab</em> berkata, aku mendengar <em>Yahya bin Sa&#8217;id</em> berkata, telah mengabarkan kepadaku <em>Sa&#8217;d bin Ibrahim</em> bahwa <em>Nafi&#8217; bin   Jubair bin Muth&#8217;im</em> mengabarkan kepadanya, bahwa dia mendengar <em>&#8216;Urwah   bin Al Mughirah bin Syu&#8217;bah</em> menceritakan dari <em>Al Mughirah bin Syu&#8217;bah</em>,   bahwa dia pernah bersama Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dalam suatu   perjalanan. Beliau lalu pergi untuk buang hajat, sementara Al Mughirah   menuangkan air untuk beliau hingga beliau pun berwudhu, <span style="color:#000088">membasuh muka, mengusap kepala dan sepasang sepatunya.</span>&#8221; </span></p>
</div>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا   عَمْرُو   بْنُ   عَلِيٍّ   قَالَ حَدَّثَنَا   عَبْدُ   الْوَهَّابِ   قَالَ سَمِعْتُ   يَحْيَى   بْنَ   سَعِيدٍ قَالَ   أَخْبَرَنِي   سَعْدُ بْنُ   إِبْرَاهِيمَ   أَنَّ   نَافِعَ   بْنَ   جُبَيْرِ   بْنِ مُطْعِمٍ   أَخْبَرَهُ   أَنَّهُ   سَمِعَ   عُرْوَةَ بْنَ   الْمُغِيرَةِ   بْنِ   شُعْبَةَ   يُحَدِّثُ   عَنْ   الْمُغِيرَةِ   بْنِ   شُعْبَةَ   أَنَّهُ   كَانَ مَعَ   رَسُولِ   اللَّهِ   صَلَّى   اللَّهُ   عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ   فِي سَفَرٍ   وَأَنَّهُ   ذَهَبَ   لِحَاجَةٍ   لَهُ   وَأَنَّ   مُغِيرَةَ   جَعَلَ   يَصُبُّ   الْمَاءَ   عَلَيْهِ   وَهُوَ   يَتَوَضَّأُ   فَغَسَلَ   وَجْهَهُ   وَيَدَيْهِ   وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ   وَمَسَحَ   عَلَى   الْخُفَّيْنِ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify">&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/18/sb-wudhu-175-176/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SB Wudhu (172-174)</title>
		<link>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/18/sb-wudhu-172-174/</link>
		<comments>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/18/sb-wudhu-172-174/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 10:02:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotarticle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shahih al-Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelislami.wordpress.com/?p=3299</guid>
		<description><![CDATA[HR.Bukhari &#124;&#124; No : 172 Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa&#8217;id berkata, telah menceritakan kepada kami Jarir dari Al A&#8217;masy dari Mundzir Abu Ya&#8217;la Ats Tsauri dari Muhammad bin Al Hanafiyah ia berkata, Ali berkata, Aku adalah seorang laki-laki yang mudah mengeluarkan madzi, karena malu untuk bertanya kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, maka aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || <span class="GramE">No :</span> 172</span></h2>
<p><a id="more-3299"></a></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<div style="margin-bottom:5.25pt">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Qutaibah bin Sa&#8217;id</em> berkata, telah   menceritakan kepada kami <em>Jarir</em> dari <em>Al A&#8217;masy</em> dari <em>Mundzir   Abu Ya&#8217;la Ats Tsauri</em> dari <em>Muhammad bin Al Hanafiyah</em> ia berkata, <em>Ali</em> berkata, <span style="color:#000088">Aku adalah seorang laki-laki yang mudah   mengeluarkan madzi, karena malu untuk bertanya kepada Rasulullah shallallahu   &#8216;alaihi wasallam, maka aku suruh Miqdad bin Al Aswad untuk bertanya. Lalu ia   pun bertanya, beliau kemudian menjawab: </span>Cukup baginya berwudhu.<span style="color:#000088"> <em>Syu&#8217;bah</em> juga meriwayatkan dari <em>Al A&#8217;masy</em>.</span> </span></p>
</div>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا   قُتَيْبَةُ   بْنُ   سَعِيدٍ   قَالَ   حَدَّثَنَا   جَرِيرٌ   عَنْ   الْأَعْمَشِ   عَنْ   مُنْذِرٍ   أَبِي   يَعْلَى   الْثَّوْرِيِّ   عَنْ   مُحَمَّدِ   بْنِ   الْحَنَفِيَّةِ   قَالَ قَالَ   عَلِيٌّ   كُنْتُ   رَجُلًا   مَذَّاءً فَاسْتَحْيَيْتُ   أَنْ   أَسْأَلَ   رَسُولَ اللَّهِ   صَلَّى   اللَّهُ   عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ فَأَمَرْتُ   الْمِقْدَادَ   بْنَ   الْأَسْوَدِ   فَسَأَلَهُ   فَقَالَ   فِيهِ   الْوُضُوءُ   وَرَوَاهُ   شُعْبَةُ عَنْ   الْأَعْمَشِ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || <span class="GramE">No :</span> 173</span></h2>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<div style="margin-bottom:5.25pt">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Sa&#8217;d bin Hafsh</em> telah menceritakan kepada kami   <em>Syaiban</em> dari <em>Yahya</em> dari <em>Abu Salamah</em> bahwa <em>&#8216;Atha bin   Yasar</em> mengabarkan kepadanya, bahwa <em>Zaid bin Khalid</em> mengabarkan   kepadanya, bahwa ia pernah bertanya <em>&#8216;Utsman bin &#8216;Affan</em> radliallahu   &#8216;anhu, Aku bertanya, <span style="color:#000088">Apa pendapatmu jika seorang   laki-laki berkumpul dengan isterinya namun tidak keluar air mani?</span> &#8216;Utsman menjawab, <span style="color:#000088">Hendaknya ia berwudhu seperti   wudhunya untuk shalat, lalu membasuh kemaluannya.</span> Utsman melanjutkan, <span style="color:#000088">Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi   wasallam, aku menanyakan hal itu kepada &#8216;Ali, Zubair, Thalhah, dan Ubay bin   Ka&#8217;b? <span class="GramE">radliallahu</span> &#8216;anhum. Mereka semua menyuruh   untuk melakukannya.</span> </span></p>
</div>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا   سَعْدُ بْنُ   حَفْصٍ   حَدَّثَنَا   شَيْبَانُ   عَنْ   يَحْيَى   عَنْ أَبِي   سَلَمَةَ   أَنَّ   عَطَاءَ   بْنَ   يَسَارٍ   أَخْبَرَهُ   أَنَّ   زَيْدَ بْنَ   خَالِدٍ   أَخْبَرَهُ   أَنَّهُ   سَأَلَ   عُثْمَانَ   بْنَ   عَفَّانَ   رَضِيَ اللَّهُ   عَنْهُ   قُلْتُ   أَرَأَيْتَ   إِذَا جَامَعَ   فَلَمْ   يُمْنِ   قَالَ   عُثْمَانُ   يَتَوَضَّأُ   كَمَا   يَتَوَضَّأُ   لِلصَّلَاةِ   وَيَغْسِلُ   ذَكَرَهُ   قَالَ   عُثْمَانُ   سَمِعْتُهُ   مِنْ   رَسُولِ   اللَّهِ   صَلَّى   اللَّهُ عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ   فَسَأَلْتُ   عَنْ ذَلِكَ   عَلِيًّا   وَالزُّبَيْرَ   وَطَلْحَةَ   وَأُبَيَّ   بْنَ كَعْبٍ   رَضِيَ   اللَّهُ   عَنْهُمْ   فَأَمَرُوهُ   بِذَلِكَ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || <span class="GramE">No :</span> 174</span></h2>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<div style="margin-bottom:5.25pt">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Ishaq</em> berkata, telah mengabarkan kepada kami <em>An   Nadlr</em> berkata, telah mengabarkan kepada kami <em>Syu&#8217;bah</em> dari <em>Al Hakam</em> dari <em>Dzakwan Abu Shalih</em> dari <em>Abu Sa&#8217;id Al Khudri</em>, bahwa   Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam mengirim seorang utusan kepada   seorang laki-laki Anshar. Maka laki-laki Anshar itu pun datang sementara   kepalanya basah. Lalu Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bertanya: <span style="color:#000088">Sepertinya kami telah membuat kamu tergesa-gesa?</span> Laki-laki Anshar itu menjawab, <span style="color:#000088">Benar.</span> Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam lalu bersabda: <span style="color:#000088">Jika kamu dibuat tergesa-gesa atau tertahan (tidak   mengeluarkan mani), maka cukup bagimu berwudhu.</span> Hadits ini dikuatkan   juga oleh <em>Wahhab</em> ia berkata, telah menceritakan kepada kami <em>Syu&#8217;bah</em>.   Abu &#8216;Abdullah berkata, riwayat <em>Ghundar</em> dan <em>Yahya</em> dari <em>Syu&#8217;bah</em> tidak menyebutkan &#8216;wudhu&#8217;.<span style="color:#000088"> </span></span></p>
</div>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا   إِسْحَاقُ   قَالَ   أَخْبَرَنَا   النَّضْرُ   قَالَ   أَخْبَرَنَا   شُعْبَةُ   عَنْ   الْحَكَمِ   عَنْ   ذَكْوَانَ   أَبِي صَالِحٍ   عَنْ أَبِي   سَعِيدٍ   الْخُدْرِيِّ   أَنَّ   رَسُولَ   اللَّهِ   صَلَّى   اللَّهُ   عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ   أَرْسَلَ   إِلَى   رَجُلٍ مِنْ   الْأَنْصَارِ   فَجَاءَ   وَرَأْسُهُ   يَقْطُرُ   فَقَالَ   النَّبِيُّ   صَلَّى   اللَّهُ   عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ لَعَلَّنَا   أَعْجَلْنَاكَ   فَقَالَ   نَعَمْ فَقَالَ   رَسُولُ   اللَّهِ   صَلَّى   اللَّهُ عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ   إِذَا   أُعْجِلْتَ   أَوْ قُحِطْتَ   فَعَلَيْكَ   الْوُضُوءُ   تَابَعَهُ   وَهْبٌ   قَالَ   حَدَّثَنَا   شُعْبَةُ   قَالَ أَبُو   عَبْد   اللَّهِ   وَلَمْ   يَقُلْ   غُنْدَرٌ   وَيَحْيَى   عَنْ   شُعْبَةَ   الْوُضُوءُ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/18/sb-wudhu-172-174/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SB Wudhu (170-171)</title>
		<link>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/18/sb-wudhu-170-171/</link>
		<comments>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/18/sb-wudhu-170-171/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 09:58:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotarticle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shahih al-Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelislami.wordpress.com/?p=3297</guid>
		<description><![CDATA[HR.Bukhari &#124;&#124; No : 170 Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi&#8217;b telah menceritakan kepada kami Sa&#8217;id Al Maqburi dari Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: Seorang hamba akan selalu dihitung shalat selama ia di masjid menunggu shalat dan tidak berhadats. Lalu ada seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || <span class="GramE">No :</span> 170</span></h2>
<p><a id="more-3297"></a></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<div style="margin-bottom:5.25pt">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Adam bin Abu Iyas</em> berkata, telah menceritakan   kepada kami <em>Ibnu Abu Dzi&#8217;b</em> telah menceritakan kepada kami <em>Sa&#8217;id Al   Maqburi</em> dari <em>Abu Hurairah</em> berkata, <span style="color:#000088">Nabi   shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: </span>Seorang hamba akan selalu   dihitung shalat selama ia di masjid menunggu shalat dan tidak berhadats.<span style="color:#000088"> Lalu ada seorang laki-laki non-Arab berkata, </span>Apa   yang dimaksud dengan hadats wahai Abu Hurairah?<span style="color:#000088"> Abu Hurairah menjawab, </span>Suara.<span style="color:#000088"> Yaitu kentut. </span></span></p>
</div>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا   آدَمُ بْنُ   أَبِي   إِيَاسٍ   قَالَ   حَدَّثَنَا   ابْنُ أَبِي   ذِئْبٍ   حَدَّثَنَا   سَعِيدٌ   الْمَقْبُرِيُّ   عَنْ أَبِي   هُرَيْرَةَ   قَالَ قَالَ   النَّبِيُّ   صَلَّى اللَّهُ   عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ   لَا يَزَالُ   الْعَبْدُ   فِي صَلَاةٍ   مَا كَانَ   فِي   الْمَسْجِدِ   يَنْتَظِرُ   الصَّلَاةَ   مَا لَمْ   يُحْدِثْ   فَقَالَ   رَجُلٌ   أَعْجَمِيٌّ   مَا   الْحَدَثُ   يَا أَبَا   هُرَيْرَةَ   قَالَ   الصَّوْتُ   يَعْنِي الضَّرْطَةَ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || <span class="GramE">No :</span> 171</span></h2>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<div style="margin-bottom:5.25pt">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Abu Al Walid</em> berkata, telah menceritakan   kepada kami <em>Sufyan bin &#8216;Uyainah</em> dari <em>Az Zuhri</em> dari <em>&#8216;Abbad   bin Tamim</em> dari <em>Pamannya</em> dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam,   beliau bersabda: &#8220;<span style="color:#000088">Janganlah kamu pergi   hingga engkau mendengar suara atau mencium bau.</span>&#8221; </span></p>
</div>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا   أَبُو   الْوَلِيدِ   قَالَ حَدَّثَنَا   سُفْيَانُ بْنُ   عُيَيْنَةَ   عَنْ   الزُّهْرِيِّ   عَنْ عَبَّادِ   بْنِ   تَمِيمٍ   عَنْ   عَمِّهِ   عَنْ النَّبِيِّ   صَلَّى   اللَّهُ   عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ   قَالَ لَا   يَنْصَرِفْ   حَتَّى   يَسْمَعَ صَوْتًا   أَوْ يَجِدَ   رِيحًا </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/18/sb-wudhu-170-171/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SB Wudhu (167-169)</title>
		<link>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/18/sb-wudhu-167-169/</link>
		<comments>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/18/sb-wudhu-167-169/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 09:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hotarticle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shahih al-Bukhari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://artikelislami.wordpress.com/?p=3295</guid>
		<description><![CDATA[HR.Bukhari &#124;&#124; No : 167 Telah menceritakan kepada kami &#8216;Abdullah bin Yusuf dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A&#8217;raj dari Abu Hurairah berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda, &#8220;Jika anjing menjilat bejana seorang dari kalian, maka hendaklah ia cuci hingga tujuh kali.&#8221; حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || <span class="GramE">No :</span> 167</span></h2>
<p><a id="more-3295"></a></p>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<div style="margin-bottom:5.25pt">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>&#8216;Abdullah bin Yusuf</em> dari <em>Malik</em> dari <em>Abu   Az Zinad</em> dari <em>Al A&#8217;raj</em> dari <em>Abu Hurairah</em> berkata:   Sesungguhnya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda, <span style="color:navy">&#8220;Jika anjing menjilat bejana seorang dari kalian,   maka hendaklah ia cuci hingga tujuh kali.&#8221; </span></span></p>
</div>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا   عَبْدُ   اللَّهِ   بْنُ   يُوسُفَ   عَنْ مَالِكٍ   عَنْ أَبِي   الزِّنَادِ   عَنْ   الْأَعْرَجِ   عَنْ أَبِي   هُرَيْرَةَ   قَالَ إِنَّ   رَسُولَ   اللَّهِ   صَلَّى   اللَّهُ   عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ   قَالَ إِذَا   شَرِبَ   الْكَلْبُ   فِي إِنَاءِ   أَحَدِكُمْ   فَلْيَغْسِلْهُ   سَبْعًا </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || <span class="GramE">No :</span> 168</span></h2>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<div style="margin-bottom:5.25pt">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Ishaq</em> telah mengabarkan kepada kami <em>&#8216;Abdush   Shamad</em> telah menceritakan kepada kami <em>&#8216;Abdurrahman bin &#8216;Abdullah bin   Dinar</em> aku mendengar <em>Bapakku</em> dari <em>Abu Shalih</em> dari <em>Abu   Hurairah</em> dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, bahwa ada seorang   laki-laki melihat seekor anjing menjilat-jilat tanah karena kehausan, lalu   orang itu mengambil sepatunya dan mengisinya air untuk kemudian diminumkan   kepada anjing tersebut hingga kenyang. Allah lalu berterima kasih kepadanya   dan memasukkannya ke dalam surga.<span style="color:#000088"> <em>Ahmad bin   Syabib</em> berkata, telah menceritakan kepada kami <em>Bapakku</em> dari <em>Yunus</em> dari <em>Ibnu Syihab</em> berkata, telah menceritakan kepadaku <em>Hamzah bin   &#8216;Abdullah</em> dari <em>Bapaknya</em>, bahwa pada masa Rasulullah shallallahu   &#8216;alaihi wasallam ada beberapa anjing yang kencing dan membuang kotoran di   dalam masjid, namun para sahabat tidak menyiramnya dengan sesuatu.</span> </span></p>
</div>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا   إِسْحَاقُ   أَخْبَرَنَا   عَبْدُ   الصَّمَدِ   حَدَّثَنَا   عَبْدُ   الرَّحْمَنِ   بْنُ عَبْدِ   اللَّهِ بْنِ   دِينَارٍ   سَمِعْتُ   أَبِي عَنْ   أَبِي صَالِحٍ   عَنْ أَبِي   هُرَيْرَةَ   عَنْ   النَّبِيِّ   صَلَّى   اللَّهُ   عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ   أَنَّ   رَجُلًا   رَأَى   كَلْبًا   يَأْكُلُ   الثَّرَى   مِنْ   الْعَطَشِ   فَأَخَذَ   الرَّجُلُ   خُفَّهُ   فَجَعَلَ   يَغْرِفُ   لَهُ بِهِ   حَتَّى أَرْوَاهُ   فَشَكَرَ   اللَّهُ   لَهُ   فَأَدْخَلَهُ   الْجَنَّةَ   وَقَالَ   أَحْمَدُ   بْنُ   شَبِيبٍ   حَدَّثَنَا   أَبِي عَنْ   يُونُسَ   عَنْ ابْنِ   شِهَابٍ قَالَ   حَدَّثَنِي   حَمْزَةُ   بْنُ عَبْدِ   اللَّهِ   عَنْ   أَبِيهِ   قَالَ   كَانَتْ   الْكِلَابُ   تَبُولُ   وَتُقْبِلُ   وَتُدْبِرُ   فِي الْمَسْجِدِ   فِي زَمَانِ   رَسُولِ   اللَّهِ   صَلَّى   اللَّهُ عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ   فَلَمْ   يَكُونُوا   يَرُشُّونَ   شَيْئًا   مِنْ ذَلِكَ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h2 style="text-align:justify"><span style="font-size:12pt">HR.Bukhari || <span class="GramE">No :</span> 169</span></h2>
<table class="MsoNormalTable" border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="padding:.75pt" valign="top">
<div style="margin-bottom:5.25pt">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:170%"><span style="font-size:9pt;line-height:170%;font-family:Verdana">Telah   menceritakan kepada kami <em>Hafsh bin &#8216;Umar</em> berkata, telah menceritakan   kepada kami <em>Syu&#8217;bah</em> dari <em>Ibnu Abu As Safar</em> dari <em>Asy Sya&#8217;bi</em> dari <em>&#8216;Adi bin Hatim</em> berkata, <span style="color:#000088">Aku bertanya   kepada Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam, beliau lalu menjawab: </span><span style="color:black">“</span>Jika kamu melepas anjing buruanmu yang telah   terlatih lalu ia mendapatkan hasil buruan, maka makanlah hasil buruannya.   Jika anjing itu memakannya maka kamu jangan memakannya, sebab ia menangkap   untuk dirinya sendiri.”<span style="color:#000088"> Aku lalu bertanya lagi, </span><span style="color:black">“</span>Aku melepas anjing buruanku, lalu aku mendapati   anjing lain bersama dengan anjingku.”<span style="color:#000088"> Beliau   menjawab: </span><span style="color:black">“</span>Jangan kamu makan, karena   kamu membaca basmalah untuk anjingmu (ketika melepasnya) dan tidak untuk   anjing yang lain.”<span style="color:#000088"> </span></span></p>
</div>
</td>
<td style="width:50%;padding:.75pt" width="50%" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl"><span lang="AR-SA">حَدَّثَنَا   حَفْصُ بْنُ   عُمَرَ   قَالَ حَدَّثَنَا   شُعْبَةُ   عَنْ ابْنِ   أَبِي   السَّفَرِ   عَنْ   الشَّعْبِيِّ   عَنْ   عَدِيِّ   بْنِ حَاتِمٍ   قَالَ   سَأَلْتُ   النَّبِيَّ   صَلَّى اللَّهُ   عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ   فَقَالَ   إِذَا   أَرْسَلْتَ   كَلْبَكَ الْمُعَلَّمَ   فَقَتَلَ   فَكُلْ   وَإِذَا أَكَلَ   فَلَا   تَأْكُلْ   فَإِنَّمَا   أَمْسَكَهُ   عَلَى   نَفْسِهِ   قُلْتُ   أُرْسِلُ   كَلْبِي فَأَجِدُ   مَعَهُ   كَلْبًا   آخَرَ قَالَ   فَلَا   تَأْكُلْ   فَإِنَّمَا   سَمَّيْتَ   عَلَى كَلْبِكَ   وَلَمْ تُسَمِّ   عَلَى   كَلْبٍ   آخَرَ </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hotarticle.hadithuna.com/2011/03/18/sb-wudhu-167-169/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

