Free Hot Articles

About Me

Put something about you here by editing the right sidebar.

Blogroll

Search


« Sikap Habib Munzir terhadap Demo 20 April 2008 | Home | Allah Mengundangmu »

Tuhankah Yesus?

By hotarticle | April 20, 2008

Banyak sosok di dunia ini yang dianggap sebagai ilah, tuhan yang disembah. Benarkah mereka semua adalah ilah? Atau hanya ada satu Ilah yang benar? Kali ini kita kaji tentang Yesus. Apakah Yesus itu adalah ilah yang benar? Benarkah bahwa Yesus itu adalah ilah yang esa?

Yesus akan tetap dapat mereka akui sebagai Ilah, kecuali ada hal-hal yang membatalkannya. Misalnya, dalam suatu kesempatan, Yesus menolak dirinya disebut sebagai ilah yang esa.

Mengapa kau sebut aku sebagai yang baik? Tidak ada yang baik kecuali satu, yaitu Allah. (Lukas 18:19)

Dalam ayat itu, Yesus menegaskan bahwa tidak ada yang baik kecuali Allah. Maka jangan sebut Yesus sebagai yang baik, karena Yesus bukanlah Allah. Ini sungguh jelas dan mudah dipahami.

Ada indikasi bahwa orang-orang di masa Yesus membedakan Yesus dan Allah. Yesus dan Allah bukanlah satu entitas, bukan satu pribadi, bukan satu substansi, atau apa pun namanya.

Yesus bertambah besar hikmahnya dan bertambah dewasa, serta makin disukai Allah dan manusia. (Lukas 2:52)

Manusia itu banyak. Manusia yang satu bisa menyukai manusia lainnya. Tetapi Allah, mungkinkah Dia menyukai Allah yang lainnya? Agak sulit untuk mengatakan bahwa dalam alam pemikirannya, Lukas menyangka bahwa Yesus adalah Allah. Adalah konyol jika Anda berkata ‘tidak ada yang mustahil bagi Allah’ dalam hal ini. Lukas jelas menganggap bahwa Yesus bukanlah Allah. Mungkin hanya Paulus yang beranggapan bahwa Yesus adalah Tuhan seperti dalam Injil gnostiknya.

Aku datang bukan atas kehendakku sendiri, melainkan Dialah yang mengutusku. (Yohanes 8:42)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Yesus datang bukan atas kehendaknya sendiri, tetapi atas kehendak Allah. Jika Yesus adalah Allah, dan Yesus datang atas kehendak Allah, harusnya dia mengaku bahwa dia datang atas kehendaknya sendiri, karena dirinya adalah Allah. Tetapi karena Yesus bukanlah Allah, dan Yohanes tahu itu, maka Yesus berkata, “Aku datang bukan atas kehendakku sendiri. Tetapi Allah itulah yang berkehendak mengutusku.” Yesus adalah utusan atau rasul Allah, bukan Allah itu sendiri.

Dalam ayat lain, Yesus mengaku sama dengan Yohanes pembaptis. Sebagaimana Yohanes datang dari Allah sebagai utusan Allah, begitu juga Yesus datang dari Allah sebagai utusan Allah. Sebagai utusan Allah, Yesus mempunyai kuasa/wewenang yang sama dengan Yohanes, dan tidak sama dengan Allah. Allah lebih besar dan lebih berkuasa daripada Yesus. Allah bisa menyuruh Yesus, karena Yesus memang pesuruh Allah. Tetapi Yesus hanya boleh meminta kepada Allah, dan bukan menyuruh Allah.

Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepadanya untuk memberi kekuatan kepadanya. (Lukas 22:43)

Malaikat menguatkan Yesus. Tuhankah dia yang memerlukan makhluqnya? Begitu bodohkah Lukas hingga menganggap Yesus sebagai Allah? Hanya orang pagan yang menganggap Yesus sebagai Tuhan.

Semua Nabi Allah paham, bahwa Allah tidak bertuhan. Karena Allah itulah Tuhan. Allah tidak menyembah sesuatu apa pun. Allah tidak bersujud kepada sesuatu. Tetapi Yesus mempunyai Allah, yang kepada Allah dia bersujud dan berdoa.

Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu. (Yohanes 20: 17)

Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. (Matius 12:29)

Yesus berkata, “Ilahku dan Ilahmu,” atau “Ilah kita.” Ya, Yesus menyembah sesuatu. Sedangkan Tuhan tidak menyembah sesuatu. Maka Yesus bukan Tuhan.

Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? (Matius 27:46)

Dia memanggil Allahnya. Dia memanggil yang disembahnya. Dia memanggil Allah Israel, Allah nenek moyangnya. Maka Yesus bukanlah Tuhan.

Pada waktu itu, pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa. Semalam penuh ia berdoa kepada Allah. (Lukas 6:12)

Tuhankah dia yang berdoa kepada Allahnya? Yesus adalah hamba Allah, bukan Tuhan.

Sepanjang hidupnya di dunia, ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia yang esa, yang sanggup menyelamatkannya dari maut, dan karena kesalehannya, ia telah didengarkan. (Ibrani 6:7)

Ayat yang menarik. Sepanjang hidupnya, Yesus menyembah Allah setulus hati, tanpa menyekutukan Allah. Yesus tidak pernah memohon kepada ilah-ilah palsu. Dia hanya memohon dan mengadukan perihalnya kepada Allah saja. Yesus, hamba Allah yang shalih.
Yesus yaqin bahwa hanya Allah yang dapat menyelamatkannya. Dan Allah menjawab doa Yesus. Allah menyelamatkannya. Sungguh berbeda dengan Injil gnostik Paulus. Yesus diselamatkan Allah dari maut. Yesus belum mati. Maka sia-sialah segala perbuatan orang-orang Kristen. Sia-sialah segala doktrin mereka. Karena nyatanya, Allah menyelamatkan Yesus. Yesus tidak mati di tiang salib. Gugurlah segala pengakuan Paulus dan para pengikutnya yang mengatakan bahwa Yesus mati di tiang salib untuk menebus dosa mereka.

Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?” Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. (Markus 5:30-32)

Walau Yesus telah memperlihatkan mu’jizat, tetapi segala mu’jizat itu bukan dari dirinya sendiri, melainkan anugerah dari Allah. Dan tetap saja, Yesus bukanlah Yang Mahatahu tanpa diberi-tahu. Yesus bukanlah Tuhan.

Akhirnya, Yesus yang mengetahui dirinya adalah utusan Allah pun mengakui bahwa tidak ada yang pantas disembah kecuali Allah yang esa, dan mengakui bahwa dirinya adalah hamba dan utusan Allah. Yesus bukanlah Tuhan.

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3)

Baca juga:
Surat Al-Ikhlash Memurnikan Tauhid

Topics: Menanggapi Kristen |

18 Responses to “Tuhankah Yesus?”

  1. adi isa Says:
    April 30th, 2008 at 12:14 pm

    saya rasa, sangat jelas ulasan admin,
    ayat2 injil ini sudah sering kami paparkan,
    namun entah mengapa, kaum kristian masih tetap mempertahankannya sebagai tuhan
    yang lemah,
    sebagai contoh,
    pada injil johanes 19
    bagaimana tuhan yang lemah ini tak berdaya, saat ditampar, diludahin dan ditusuk lambungnya sebelum akhirnya di salib ditiang kayu….

    lalu orang2 yahudi bersorak, karena kutukan torat telah menimpa sang tuhan ini
    sebagaimana dalam injil yang lain:
    Bible GALATIA pasal 3 ayat 13:

    “Maka Kristus sudah menebus kita dari pada kutuk Torat itu dengan menjadi satu kutuk karena kita, karena ada tersurat: “Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu”

    maka setelah jesus digantung di tiang kayu, kutukan torat yahudi, terbebaskan, dan mereka merasa hal itu pantas, bagi orang yang datang hendak “menggenapkan” hukum taurat, yang memang sudah dirubah2 pula oleh orang yahudi, sebagaimana dalam kitab talmud mereka, yang sangat anti chris.

    sedang bagi pengikut chris, selama hampir 100 tahun, mereka tidak beranggapan demikian,
    mereka merasa, bahwa orang israel itu memang akan dikutuk Allah karena perbuatan mereka yang sering membunuh nabi2 yang tidak sesuai dengan keinginan mereka,

    nantilah sepeninggal jesus, maka keluarlah injil Galatia tersebut, dimana
    setelah agama ini menjadi agama resmi kerajaan roamwi,
    maka, paulus mengarang ayat ini, untuk menjadi jalan terang masuknya dia dalam lingkungan kekaisaran romawi, bahwa kematian jesus ditiang salib tersebut, memang sudah dinubuatkan,
    untuk membebaskan orang2 yang percaya pada jesus(termasuk orang romawi yang sudah jadi pengikut chris) dari dosa2….
    maka orang romawi yang terkenal suka melakukan pembunuhan dan kekerasan,
    dapat melenggang kangkung dengan adanya ayat ini, karena dosa apa yang mereka lakukan dimasa lalu sudah tertebus oleh jesus…

    salut, untuk artikel admin

  2. ppppp Says:
    May 23rd, 2008 at 11:25 pm

    Anda Salah…… ITU cuma TAFSIRAN ANDA……. KLO ANDA GA BERTOBAT….. NERAKA ditangan ANDA…. SILAHKAN AJA TERUS MENCACI MAKI………

  3. Muhammad Says:
    May 25th, 2008 at 1:32 am

    Huh di dalam alkitab saja tidak ada ayat yang mengatakan bahwa Yesus menyuruh muridnya untuk menyembahnya justru Paulus yang mengarang-ngarang cerita. Kepada Saudara-saudara muslim sekalian sebaiknya tidak usah berdialog dengan orang ini, tidak ada gunanya karena hatinya sudah di hitamkan oleh Allah.

  4. adi isa Says:
    May 26th, 2008 at 7:14 am

    @pppp
    rasa-rasanya hanya dalam alquran yang mengatakan
    orang kafir kayak anda yang sudah punya kapling di neraka…

  5. PTR Says:
    May 28th, 2008 at 11:13 pm

    salam damai Kristus,

    Kedalaman berpikir manusia terbatas.
    Segala logika, ilmu pengetahuan, daya pikir, dan nalar manusia tak akan dapat menyelami pikiran Penciptanya.
    Daya pikir manusia tak mampu bergerak sejauh itu..

    “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih… ” (1 Kor 13:13).

    KASIH itu SABAR,
    kASIH itu MURAH HATI,
    KASIH itu TIDAK MEMEGAHKAN DIRI dan TIDAK SOMBONG,
    KASIH itu TIDAK MELAKUKAN YANG TIDAK SOPAN,
    KASIH itu TIDAK MENCARI KEUNTUNGAN DIRI SENDIRI,
    KASIH itu TIDAK PEMARAH dan TIDAK MENYIMPAN KESALAHAN ORANG LAIN,
    KASIH itu TIDAK BERSUKA CITA KARENA KETIDAKADILAN, TETAPI KARENA KEBENARAN,…(1 Korintus 13 : 1-8)

    Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan dg segenap hatimu, aqal budimu dan jiwa ragamu. Jika Yesus sendiri menyangkal, mengapa kita memaksanya menjadi Tuhan?

  6. PTR Says:
    May 31st, 2008 at 1:24 am

    Salam Damai Kristus,

    Ya BENAR TUHAN itu ESA, Umat Kristiani hanya mempercayai SATU Tuhan.
    Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus BUKAN berarti TIGA Tuhan tetapi adalah SATU.
    Masing2 memiliki FUNGSI yang BERBEDA. Tetapi selalu bergerak dalam KESELARASAN.

    Coba renungkan..
    Analogikan seperti MANUSIA ( sebut saja Mr.XYZ ) terdiri atas TIGA unsur, yaitu :
    1. TUBUH
    2. JIWA (Pikiran, Perasaan, dan Kehendak)
    3. ROH

    Kalau SAYA ingin MENYALAKAN LAMPU,
    Analogikan dengan ALLAH BAPA mengutus ALLAH PUTRA (YESUS).

    MAKA (1). KEHENDAK dengan segala pertimbangan(PIKIRAN) itu muncul. Memberi perintah kepada OTOT/TUBUH. Analogikan dengan ALLAH BAPA.
    (2). OTOT TANGAN (TUBUH) saya MERESPON dengan menggapai lampu itu dan menyalakannya. Analogikan dengan ALLAH PUTRA(YESUS).

    Lalu bagaimana dengan ROH KUDUS ? ROH KUDUS adalah ROH ALLAH yang KUDUS..

    Alkitab akan memberikan penjelasan yang jauh lebih detail.

    YESUS tidak menyangkal karena DIA sendiri ALLAH, Tetapi KITALAH yang menyangkal KEALLAHAN NYA.

    Tuhan Yang ESA memberkati..

    Jika Yesus memang Allah, seharusnya yesus tidak menyangkal ketika seseorang menyebutnya sebagai ‘yang baik’. Tetapi nyatanya Yesus menyangkal dg berkata: “Mengapa kau sebut aku sebagai yang baik? Tidak ada yang baik kecuali satu, yaitu Allah.” Pahamilah, jika Anda menyebut Yesus sebagai ‘yang baik’ maka Anda telah menyebut Yesus sebagai Allah, karena hanya Allah saja yang baik. Apakah Yesus mau disebut sebagai ‘yang baik’? Yesus menolak untuk disebut sebagai ‘yang baik’. Kenapa? Karena hanya satu yang baik, yaitu Allah, sedangkan Yesus bukan Allah, jadi jangan sebut dia sebagai ‘yang baik’. Jangan sebut Yesus sebagai Allah.

    Tetapi saya tertarik untuk memahami bagaimana pemahaman Anda terhadap Allah Tritunggal. Apakah menurut Anda bahwa Bapa adalah Allah, RK adalah Allah dan Yesus adalah Allah, tetapi tidak ada 3 Allah karena Bapa = RK = Yesus? Dan ketika seseorang menyembah RK, berarti dia telah menyembah Bapa dan Yesus pula, ketika menyembah Yesus, berarti telah menyembah Bapa dan RK, dan ketika menyembah Bapa, berarti telah menyembah RK dan Yesus karena Allah Bapa, RK dan Yesus tidak terpisahkan, karena ketiganya sesungguhnya satu, karena ketiganya itu tunggal? Begitukah menurut Anda?

  7. MANTAN Says:
    May 31st, 2008 at 9:54 am

    Analogikan seperti MANUSIA terdiri atas TIGA unsur, yaitu :
    1. TUBUH
    2. JIWA (Pikiran, Perasaan, dan Kehendak)
    3. ROH

    mirip sama komik yg w baca tadi malem

    Superman alias Clark Kent alias Kal-el?
    Kal-el… apakah artinya ’seperti Ilah’?

  8. natalion Says:
    June 4th, 2008 at 7:07 am

    anda hanya melihat dari 1 segi perspektif saja. Coba anda bandingkan dengan injil yohanes kitab Wahyu. Yesus memang mengaku bahwa ia adalah utusan Allah, itu karena pada masany ia 100%manusia yg juga 100% Allah (manusia ilahi) maka cara brtndk, brpkir, brkhndakny pun mengambil rupa manusia. Ia tidak pura2 menjadi manusia tetapi ia mengosongkan diriny utk menjdi manusia, krn penebusan dosa hanya dpt dilakukan dlm darah yg trcurah! Itulah hebtny Tritunggal.

    …dan bodohnya Anda.
    Yesus Anda katakan 100% manusia dan 100% Allah. Apakah ada 2 Yesus, atau hanya ada 1 Yesus?
    Jika hanya ada 1 Yesus, apakah Yesus Manusia dan Yesus Allah itu bisa dipisahkan? Ataukah tidak bisa dipisahkan, karena tunggal?

  9. adi isa Says:
    June 5th, 2008 at 6:41 am

    tul, llllllll
    dimana mana, juga yang namanya
    100% ditambah 100%
    maka hasilnya adalah 200%
    jadi bila dibagi tetap 50:50…
    inilah formulasi tuhan yang paling aneh….

    apakah anda setuju
    tuhan jesus satu tuhan dengan 3 kepribadian karena trinitas?
    jelaskan!! kalau memang demikian, ditunggu,

  10. Yang tak dikenal Says:
    June 8th, 2008 at 10:57 pm

    wah lagi lagi SARA
    semoga ini ada ayat ayat bisa memberkati deh..
    tapi pertama-tama yah dengan segala kerendahan hati saya mohon deh jangan lagi bertengkar -.-
    Jesus love is great..

    Matius 4:7
    “Yesus berkata kepadanya : “ada pula tertulis : Janganlah engkau mencobai Tuhan,Allahmu!!”

    Roma 2 : 1
    “Karena itu, hai manusia, siapapun jg engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah, sebab dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama”

    jangan sandarkan pengertian mu pada pikiran mu ! (lupa neh ada di ayat yang mana)
    please deh jangan samakan alkitab dengan pelajaran-pelajaran sekolah Fisika matematika bla bla bla..

    di Yoh 10 : 30 Yesus berkata
    “Aku dan Bapa adalah satu”

    http://hotarticle.org/wp-content/uploads/2008/03/akubapa.gif

    Yoh 10 : 31
    “Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus”

    Yoh 15 : 23
    “Barang siapa membenci Aku, ia juga membenci juga Bapa ku”

    Semua Muslim mencintai Nabi Isa. Dan barangsiapa membenci Nabi Muhammad, berarti dia membenci Allah.

    yesaya 5 : 21
    “Celakalah mereka yang memandang dirinya bijaksana dan menganggap dirinya pintar”

    Celakalah orang Kristen yang memandang dirinya bijaksana dan menganggap dirinya pintar. Kamu fikir dengan komentarmu ini akan menghentikan perdebatan? Justeru sebaliknya.

  11. Yang tak dikenal Says:
    June 8th, 2008 at 11:05 pm

    Yesus bukanlah Tuhan yang lemah tapi oleh karena kasih NYA yang begitu besar pada manusia, dia rela untuk dihina, dan disiksa, Dia tidak menyombongkan kekuatan yang dimiliki NYA

    Nabi Muhammad juga pernah dihina dan dilempari batu. Tetapi beliau malah mendoakan kebaikan kepada para pelakunya. Dan Nabi Muhammad telah menggenapi nubuat dalam Taurat dan Injil.

    kayaknya panjang lebar dijelasin pun ga ada gunanya ^^ wong semuanya lagi pada keras hati dan keinginannya tuh pengen menang saja,

    Lah… kamu sendiri gimana? Bukannya kamu juga begitu? Jangan menghakimi… :mrgreen:

    yah sekedar sharing aja deh… ^^ peace walau begitupun kita semua manusia, bukankah di setiap agama mengajarkan kasihilah sesamamu manusia?

    Tentu kami mengasihi. Kalau kami ga mengasihi, Kristian yg minoritas sudah kami bantai sebagaimana Bush si Kristian membantai Muslim.

    Jesus said

    If you never felt pain,
    how would you know that I’m a Healer?

    If you never went through difficulties,
    how would you know that I’m a Deliverer?

    If you never had a trial,
    how could you call yourself an overcomer?

    If you never felt sadness,
    how would you know that I’m a Comforter?

    If you never made a mistake,
    how would you know that I’m forgiving?

    If you knew all,
    how would you know that I will answer your
    questions?

    If you never were in trouble,
    how would you know that I will come to your
    rescue?

    If you never were broken,
    then how would you know that I can make you
    whole?

    If you never had a problem,
    how would you know that I can solve them?

    If you never had any suffering,
    then how would you know what I went through?

    If you never went through the fire,
    then how would you become pure?

    If I give you all things,
    how would you appreciate them?

    If I never corrected you,
    how would you know that I love you?

    If you had all power,
    then how would you learn to depend on Me?

    If your life was perfect,
    then what would you need Me for?

    Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam memandang Isa! Sesungguhnya Isa itu adalah hamba dan utusan Allah. Janganlah engkau menganggapnya sebagai Tuhan!

  12. Muhammad Says:
    June 9th, 2008 at 5:33 pm

    Menurut literatur yang saya baca Yesus itu baru dilantik sebagai tuhan pada tahun 325 Masehi. Yang menobatkan Yesus sebagai Tuhan ialah Kaisar Constantin yang terjadi dalam konsili Nicea. Jadi kalau menurut kesimpulan saya, Yesus sebenarnya bukan tuhan melainkan manusia yang dipertuhankan oleh segelintir manusia melalui sebuah musyawarah dan tidak sah selamanya karena manusia tidak berhak mengangkat manusia lainnya atau benda apapun sebagai Tuhan. Yang dapat melakukannya hanyalah para penyembah berhala di masa lalu.

  13. me Says:
    June 12th, 2008 at 12:05 pm

    buat orang yang mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, Ingat!!!!!
    ketika Yesus akan disalib, Dia Tidak Pernah Marah atau mengutuk Mereka, tetapi mengampuni mereka dan mendoakan mereka
    so…..
    kenapa kita beradu argumen dengan mereka yang tidak mengenal Yesus, lebih baik kita doakan mereka supaya mereka diajamah Roh Kudus, dengan begitu mereka akan tau Siapa Yesus Itu, karena kita tidak akan tau siapa Yesus dan bagaimana Dia itu kalau kita tidak menerima dan mau mengenal Yesus, dan percayalah bahwa hanya Tuhan Yesus yang mampu memberi pengertian tentang siapa Dia yang sebenarnya. Tugas kita hanya memperkenalkan siapa Yesus itu dan hal- hal lain adalah bagian nya Tuhan Yesus sendiri untuk memberi penjelasan, karena Tuhan Yesus tidak dapat dijabarkan hanya dengan kata-kata, perlu kasih dan kerendahan hati untuk mau tahu dan mau menerima Yesus.
    Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua

    Kami mengakui Isa sebagai hamba dan utusan Allah.
    Memang perlu kerendahan hati untuk menerima Nabi Muhammad sebagai utusan Allah. Anda akan dapat mengenal beliau yang sebenarnya jika Anda mau menghilangkan kebencian Anda kepada Nabi Muhammad SAAW.
    Semoga Allah memberi Anda hidayah untuk memeluk Islam dan mengesakan Allah.

  14. zhellavie Says:
    June 13th, 2008 at 11:56 am

    Statement dari pendeta-pendeta dan teolog-teolog yang mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati, itu jelas suatu statement yang keliru. Kelirunya di mana?

    Pertama, dari nama YESUS KRISTUS sebenarnya [kalau mau jujur], sudah cukup jelas merepresentasikan bahwa dia bukanlah Allah sejati, sebab arti dan makna kata ‘KRISTUS’ itu = ‘orang yang diurapi / disahkan / dilantik oleh Allah’. Yesus Kristus = Yesus yang diurapi oleh Allah, maka: karena ‘diurapi / disahkan / dilantik oleh Allah’, tentu dia bukan Allah itu sendiri. Yesus adalah pribadi ‘yang diurapi / dipilih (disahkan)’ sedangkan Allah adalah ‘yang mengurapi / memilih (mengesahkan). Yesus adalah utusan, sedangkan Allah adalah ‘yang mengutus’.

    Kalau Yesus dipandang sebagai Allah sejati maka akan membuat nama (gelar) ‘Kristus’ pada diri Yesus itu gugur maknanya, karena ‘YESUS KRISTUS’ = ‘YESUS YANG DIURAPI OLEH ALLAH’. Maka artinya: kalau andaikata benar ‘Yesus = Allah sejati’ maka nama Yesus Kristus akan menjadi bermakna sebagai ‘ALLAH SEJATI YANG DIURAPI OLEH ALLAH SEJATI’. Allah sejati mengurapi Allah sejati??? Jadi di sini akan ada 2 pribadi Allah sejati di mana Allah yang satu mengurapi / mengesahkan / mengutus Allah yang lain. Nah, pertanyaannya: Apakah benar adanya Allah sejati harus diurapi oleh Allah sejati yang lainnya? Kalau Allah sejati musti diurapi atau disahkan oleh Allah yang lain maka dengan sendirinya hal itu justru akan menggugurkan kesejatiannya! Seperti ungkapan ‘masa jeruk minum jeruk?’. Artinya, dia (Yesus) yang diurapi (Kristus) itu jelas bukan Allah sejati adanya, karena Allah sejati tidaklah perlu diurapi. Allah sejati tidak butuh pengurapan / pengesahan dari siapapun. Sedangkan Yesus, dia jelas-jelas mengalami ‘pengkristusan’ alias pengurapan / pengesahan dari Allah. Di sini jelas dia bukan Allah sejati! Dan lagi pula Alkitab tidak pernah menyatakan adanya lebih dari satu pribadi Allah sejati, apalagi 3 pribadi sebagaimana diajarkan oleh doktrin Tritunggal.

    KRISTUS = DIURAPI / DISAHKAN OLEH ALLAH. YESUS KRISTUS = YESUS YANG DIURAPI / DISAHKAN OLEH ALLAH. Jelas dia bukan Allah sejati! Dari nama ‘Yesus Kristus’ jelas terang benderang sudah dengan sendirinya membuktikan dia bukan Allah sejati adanya. Dengan demikian jika ada orang-orang yang ngotot mengklaim Yesus sebagai Allah sejati, sebenarnya mereka keliru fatal dan tidak layak menyebut Yesus sebagai Kristus. Tidak patut mereka menyebut Kristus, karena kata ‘Kristus’ justru membuktikan secara langsung dan akurat maknanya bahwa dia bukan Allah sejati, melainkan utusan yang diurapi / disahkan oleh Allah.

    Kesimpulannya tegas: seorang Kristus jelas bukan Allah sejati! Kalau Yesus = Allah sejati, maka dia bukanlah Kristus!
    Yang kedua, hari ini banyak orang mengatakan : “Yesus adalah Allah sejati” atau “Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia”. Itu pikiran-pikiran banyak orang Kristen hari ini. Tetapi sebenarnya pikiran-pikiran ide-ide tersebut tidaklah didasarkan pada Alkitab, tapi semua itu dihasilkan dari tradisi dan filsafat-filsafat hasil ide-ide pikiran manusia. Sedangkan bagaimana dengan kesaksian Alkitab? Nah, mari kita lihat, untuk kasus ini, hal yang serupa tercatat sangat jelas di Matius 16: 13-17: (silahkan baca dengan seksama dalam Alkitab anda):

    13″..Yesus ..bertanya kepada murid-muridnya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” 14Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan Elia dan ada pula yang mengatakan : Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” 15Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” 16Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak dari Allah yang hidup!” 17Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-ku yang di sorga.

    Hari itu, di zaman itu, Yesus bertanya kepada orang-orang di sekitarnya: Hai sobat-sobat, bapak-bapak, ibu-ibu sekalian, menurut kamu dan menurut orang-orang siapakah aku? Maka orang-orang mulai menjawab dengan ide-ide cemerlang dan pemikirannya masing-masing. Ada yang bilang: “o.. Yesus, engkau adalah Yohanes pembaptis”, yang lain berkata “engkau Elia”, “engkau Yeremia”, “engkau seorang dari para nabi”. Ada berbagai ide dan pendapat orang tentang SIAPA YESUS.

    Nah, demikian juga kondisinya hari ini, di zaman ini, ketika membahas soal Yesus, ketika ada pertanyaan Siapakah Yesus itu? Atau andaikata Yesus datang di zaman ini di hadapan kita, kemudian dia bertanya kepada kita: “Menurutmu siapakah aku?” maka dapat dipastikan akan banyak pendeta-pendeta dan orang-orang Kristen yang akan menjawab demikian:

    “Yesus, engkau adalah Allah”

    “Engkau adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia”

    Seorang pendeta dengan idenya yang mempesona mungkin akan berkata:

    “O Yesus, engkau Allah sejati yang karena begitu besar kasihmu akan dunia ini maka demi menyelamatkan manusia, maka, bagaikan manusia yang mau menyelamatkan semut ia menjadi semut pula, engkau Allah sejati rela turun dari surga menjadi manusia dan mati di kayu salib”.

    Sementara Pdt. Stephen Tong dan anak-anak buahnya sebagai penganut doktrin Tritunggal, mungkin akan berkata: “Yesus engkau adalah pribadi kedua dalam Allah Tritunggal!”.

    Nah, benarkah jawaban-jawaban itu semua? Benarkah ide-ide pikiran yang mengatakan bahwa Yesus adalah pribadi ke-2 dari Allah yang Tritunggal adanya? Benarkah ide pikiran yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia? Benarkah ide pikiran yang mengatakan bahwa Yesus adalah Allah sejati yang telah mati disalib? Benarkah jawaban-jawaban para teolog dan pendeta-pendeta itu sesuai dengan kesaksian Alkitab?

    Sekarang mari kita simak jawaban apakah yang paling tepat dan Alkitabiah untuk pertanyaan ‘SIAPAKAH YESUS?’.

    Ayat 16, Simon berkata bahwa Yesus adalah MESIAS (KRISTUS). Yesus adalah Kristus, Yesus adalah seorang yang diurapi oleh Allah! Itu jawaban Simon. Dan apa kata Yesus kemudian? Ayat 17: “…berbahagialah engkau Simon, sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapaku yang di surga …” Di sini Yesus menegaskan bahwa yang menyatakan kepada Simon bahwa ‘Yesus itu adalah Mesias (Kristus)’ adalah Bapa (Allah) yang di surga.

    Yesus adalah Mesias. Yesus adalah Kristus. Yesus adalah seorang yang diurapi / disahkan oleh Allah, itu bukan pernyataan dari Simon atau manusia, bukan pernyataan dari pendeta-pendeta atau teolog-teolog, bukan pernyataan dari professor-profesor atau doktor-doktor teologi, bahkan itu bukan pernyataan dari Yesus sendiri, tapi, itu adalah pernyataan dari Bapa (Allah) di surga! Allah sendiri yang menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias! Allah sendiri yang menyatakan bahwa Yesus adalah seorang yang diurapi (disahkan, dipilih, diutus) oleh Allah!

    Dalam Matius 16: 15-17 ini, Alkitab bersaksi sangat jelas bahwa: tentang Siapakah Yesus itu? Allah sendiri (Bapa di surga) menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias (Utusan yang diurapi oleh Allah). Allah, dalam Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Yesus adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia, tidak pernah! Tapi jelas-jelas Allah menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias (Kristus)! Allah tidak pernah menyatakan bahwa Yesus adalah pribadi ke-2 dari Allah Tritunggal, tidak pernah!!! Tapi Alkitab tegas berulang kali menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias. Yesus adalah utusan yang diurapi oleh Allah. Nah, kalau Bapa (Allah) sendiri menyatakan bahwa Yesus adalah Mesias (orang yang diurapi oleh Allah), maka ajaran Tritunggal yang mengklaim Yesus adalah Allah sejati akan tampak jelas tidak sesuai kesaksian Alkitab. Doktrin Tritunggal telah melompati kesaksian-kesaksian Alkitab!

    Sebagai tambahan, mari kita simak juga injil Yohanes 20: 30-31: (Silahkan baca dengan seksama dalam Alkitab Anda)

    “Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa YESUSLAH MESIAS, ANAK ALLAH, …”

    Hari ini, zaman ini, banyak teolog Kristen penganut doktrin Tritunggal yang berupaya membela doktrinya dengan mencoba menafsirkan dan memelintir beberapa ayat-ayat dalam injil tulisan Yohanes, untuk meneguhkan doktrin Tritunggal. Tulisan-tulisan Yohanes diklaim sebagai mengajarkan doktrin Tritunggal. Ya, memang bisa saja orang semaunya sendiri menafsirkan [demi kepentingannya sendiri] ayat-ayat dalam injil Yohanes. Tapi, jelas, Yohanes sendiri, si penulis injil itu sendiri telah menegaskan dengan sangat gamblang dan terang benderang bahwa: SEMUA HAL YANG DIA TULIS DI INJILNYA ADALAH UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA YESUS ADALAH MESIAS (ORANG YANG DIURAPI OLEH ALLAH). Yohanes tidak pernah menyatakan bahwa injil yang dia tulis adalah untuk membuktikan bahwa Yesus itu Allah sejati atau Allah itu Tritunggal adanya, tidak pernah!!! Dalam injilnya, Yohanes jelas menyatakan bahwa satu-satunya Allah yang benar (Allah yang sejati, The True God) hanya Bapa saja, dan Yesus adalah utusan Allah. (Yohanes 17:3).

    Oleh karena itu jika saat ini banyak orang yang berupaya ‘meracik-racik’ dan memanfaatkan ayat-ayat injil Yohanes semata-mata untuk membuktikan atau dijadikan dasar bahwa doktrin Tritunggal itu benar atau Yesus itu Allah sejati, maka hal tersebut telah jelas jauh menyimpang dari maksud dan tujuan Yohanes menuliskan kitab suci. Ide ‘Yesus adalah Allah sejati yang menjelma menjadi manusia’ tidak pernah ada dalam benak tujuan Yohanes menulis kitab suci. Yang ada adalah Yesus itu Mesias (Utusan yang diurapi oleh Allah)!

    Injil Yohanes bukan suatu injil atau kabar tentang ke-allah-an Yesus, melainkan injil kabar tentang ke-Mesias-an Yesus! Sehingga sangat tidak tepat jika orang memanfaatkan atau memakai ayat-ayat injil Yohanes untuk mendukung pikiran guna mengklaim Yesus sebagai Allah sejati.

  15. stefanus whisky Says:
    August 7th, 2008 at 3:40 pm

    jawaban yesus itu tuhan ato bukan bisa di lihat dalam kitab wahyu,yang berisi jawaban yesus(yesus sendiri yang berkata) aku adalah alfa dan omefa.yang berarti dia awal dari kehidupan.awal dari ciptaan.dia yang menciptakan dengan firman nya.

  16. titik Says:
    October 21st, 2008 at 2:45 pm

    apa arti dari surat annas pada ayat ke 3 illahinnas??? bukankah illahi itu berari Allah dan nas itu berarti manusia?? mak jika digabungkan menjadi tuhan manusia?? apa arti sebetulnya dari kata illah???

    Ilah berarti tuhan yang pantas disembah, dimintai, dimintai pertolongan dan perlindungan. Ilaahinnaas berarti tuhan yang pantas disembah manusia, tuhan yang haqiqi yang mestinya disembah oleh seluruh manusia.

    Maaf, baru saya jawab. Baru ngecek lagi nih. Ternyata banyak juga komentar yg masuk.

  17. titik Says:
    October 21st, 2008 at 2:54 pm

    apakah ada surat dalam injil yang menjelaskan dengan gamblang bahwa jesus bukanlah TUHAN??

    jika ada pada surat apa?? ayat berapa??

    Yesus tidak pernah berkata bahwa dia adalah Tuhan. Justeru dia sering menunjukkan bahwa dirinya hanyalah hamba, utusan, anak manusia, dsb. Dan ini bisa Anda baca dengan jelas dalam Alkitab.

    Maaf, baru saya jawab. Baru ngecek lagi nih. Ternyata banyak juga komentar yg masuk.

  18. andra Says:
    November 26th, 2008 at 1:12 am

    sungguh kasihan orang yang berkeras hati, hatinya udah ditutup oleh cinta buta. buat apa menebus dosa turunan? ga ada bedanya ma qurban donk….padahal dosa adalah akibat dari kejahatan. sedang kejahatan tak pernah diciptakan tuhan, kejahatan timbul karena manusia jauh dari tuhan. jadi jelas kalo itu akal akalan paulus yang demen darah sebagai penebusan. maaaf kepada yang nonmuslim, kami tidak pernah dendam dengan kalian. bahkan kami menghormati kalian, asal jangan pernah mengoyak atau menghina Agama dan Nabi kami^^

Comments