« Malaikat TUHAN | Home | Aminah As-Silmi* »
TAMU ABRAHAM
By hotarticle | October 28, 2006
Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah. [Kejadian 18:1-2]
Tuhan menampakkan diri kepada Abraham, hal ini tidak bisa dipahami secara harfiah. Tuhan memperlihatkan bukti-bukti eksistensi-Nya, ini baru bisa dimengerti. Siapakah tiga orang itu? Tentu saja malaikat yang datang untuk mengabarkan berita gembira dan berita menakutkan. Apakah tiga orang itu Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus? Itu adalah konyol. Jika ketiganya dapat dilihat Abraham, lalu mengapa dikatakan bahwa Tuhan itu tidak dikenal dan belum pernah ada yang melihatnya, dan agar dikenal, maka Dia mengirim Yesus untuk memperkenalkan Tuhan kepada dunia? Bukankah Abraham telah melihat dan mengenal Tuhan? Jelaslah bahwa Tuhan itu dapat ‘dikenal’ dan ‘dilihat’ dengan melihat dan memikirkan ciptaan-Nya.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. [QS. Ali Imran (3): 190-191]
Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: “Salaman” (Selamat). Ibrahim menjawab: “Salamun” (Selamatlah), maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Lut.” Dan istrinya (Sarah) berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum (karena gembira). Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir putranya) Yakub. [QS. Hud (11): 69-71]
Jadi jelaslah bahwa yang menemui Abraham itu adalah malaikat-malaikat utusan Tuhan, dan bukanlah mereka itu Tuhan.
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. [QS. Al-An’am (6): 103]
* Bandingkan dengan Kejadian 18: 6-15. Di situ dikatakan bahwa Sarai tertawa. Betapa tidak sopannya.
Topics: Menanggapi Kristen |
